HARAPAN PERUBAHAN SISTEM PERENCANA ANGGARAN BELANJA
Thursday, November 29th, 2007Ass. Wr. Wb.
Dengan mengucap Bismilahirohman Nirochim; saya mengawali menulis BLOG ini dengan nama Allah yang maha pengasih dan penyayang.
Kita jumpa lagi dengan dialog interaktif melalu MID blog, Saya kira semua sepakat kalau Indonesia Bangkit dari Keterpurukan Ekonomi, sehingga Kesejahteraan Rakyat yang menjadi salah satu repeat salah satu tujuan kita bersama dapat terwujudkan.
Pada alam demokrasi, Rakyat dapat menyalurkan aspriasi melalui sarana “PARTAI” agar anggota Partai yang akan diberikan Kuasa Rakyat (melalui proses demokrasi yang baik) dapat menyalurkan kepada Pemerintah “Eksekutif maupun Legislatif”.
Melalui blog ini terus terang saya bukannya sock pinter, sock moralis / bersih tapi dari hati yang terdalam secara tulus ikhlas ingin menyampaikan harapan agar RENCANA ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH (RAPBN) dapat dikelola & dikontrol dengan baik, sukur-sukur kalau memiliki effek ganda (dobule down effeck) atau triple down effeck untuk dapat mempercepat proses pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
Rasanya sistim kontrol “YANG ELOK, EFISIEN DAN EFEKTIF” perlu dilakukan sejak dini, ketika proses Pengganggaran dirumuskan Pemerintah, lantas disetujui bersama Pemerintah & Parlemen (DPR) dan atau sebelum disyahkan di DPR sampai proses pelaksanaannya.
Harapan aku tentu sama harapan Rakyat Banyak agar Anggota “PARTAI” yang duduk di Parelemen maupun di Eksekutif tidak hanya bilang “YES SAJA” karena telah dibayar mahal dan cocok, tapi cobalah mempunyai tanggung jawab moral terhadap “RAKYAT YANG DIWAKILINYA” dan sebaliknya tidak mempersulit “Gagasan2 Strategis” dan efisien yang dapat mempercepat pencerahan ekonomi Rakyat Indonesia.
Akhirnya saya terus terang mengatakan bahwa berdasarkan evaluasi selama kurang lebih 32 tahun ”Sistim Penganggaran” yang berlaku saat ini sangat rawan sekali dari unsur “KKN”, terlebih-lebih dengan eforia “Otonomi Daerah”, siapa yang akan mengingatkan kalau “Kita / Saya” sebagai Individu Bangsa, tidak mengingatkan atas kerawanan tersebut.
Rakyat kecil yang tidak tau dan mengerti berpartai politik, hanya ingin kebutuhan makan, sandang, papan dan sarana kesehatan, yang merupakan kebutuhan dasar (basic need) manusia .
Se-super supernya manusia tidak akan mampu mengontrol sistim penganggaran singkatnya ada keterbatasan, karena itu perlukan adanya ”SISTIM” yang baik, yang dievaluasi dari “Waktu ke Waktu” dengan sistim manajemen keuangan yang baik.
Melalui Blog ini saya mengajak pembaca, cobalah merenungkan sejenak, barangkali waktu yang tepat untuk merenung setelah Sholat Tahajud dan Sholat Subuh ketika fikiran masih Fresh / jernih, benarkah dan perlukah kita perbaiki “Sitim Penganggaran” yang berlaku selama ini (?), hati saya jadi miris sekali melihat dan merasakannya.
Akhirnya harapanku ini semoga tulisan dalam Blog ini dapat dibaca oleh Departemen Keuangan sebagai Otorisator “Keuangan Negara” , BPK, KPK dan semua Anggota Partai yang duduk di DPR, di Pemerintahan, tapi tolong jangan ditanggapi secara negatif & emosional karena Allah SWT tidak mengehendakinya, Amien.
InsyaAllah Bila kita mampu mengontrol diri, Indonesia akan berubah, bangkit kembali menjadi Negara bermartabat dan disegani, semoga bermanfaat. Terimakasih.
Wassalam Wr. Wb.
MID