Belajar dari Pengalaman Hidup
Belajar dari pengalaman selama 32 tahun pengambdian sebagai PNS dan 27 tahun sebagai orang tua serta 55 tahun selama hidup di dunia.
Melalui Blog’s MID ini, patutlah kami bersyukur kepada Publik dan Pemerintah yang telah memberikan kepercayaan kami selama 32 tahun pengambdian sebagai buruh PNS.
Apabila kita melihat kebawah tentu Aku harus bersyukur masih banyak PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan TNI bernasib lebih buruk dari keadaan Ku saat ini, inilah yang membuat aku semangat disaat-saat perasaan tidak puas dan frustasi Ku menghingkapi diri Ku.
Tahun 2007 merupakan tahun penuh Syukur dimana ketiga anak Ku telah lulus dari Universitas di Manca Negara, sungguh Aku tak percaya & tak terbayangkan kalau menghitung kemampuan Ku sebagai PNS dapat menyekolahkan anak-anak selama 10 tahun di Luar Negeri.
Tapi semua itu adalah Rencana & Rahasia Allah SWT kepada umatnya agar manusia terus bedoa dan bersyukur terhadap nikmatNya. Terkadang manusia lupa disaat-saat kesusahan saja kita berdoa meminta rizki dan meminta putra-putrinya lulus dari test dan ujian, tapi ketika telah lulus lupa melakukan syukur, pada hal janji Allah telah jelas: apabila kau menyukuri nikmat atas nimat=nikmatku, akan aku berikan nikmat lebih.
Manusia memili Akal dan Nafsu, karena itu seringkali manusia berlaku sombong dan arogan. Suatu cerita yang nyata ketika tahun 2002 kami diangkat menjadi eselon III, kami hanya berbekal logika teknik yang kuat karena bisis Sekolah kami Ilmu Pasti dan Alam.
Selama 1 - 3 bulan kami mempelajari Budaya Kerja 32 orang staff yang Aku Pimpin dari mulai Keterampilan, Keahlian, Kinerja dan Prilaku dll. Syukur Alhamdullah dalam bulan ke-4 kami sudah menguasai medan yang baru aku Pimpin, ternyata orang-orang yang pintar-pintar sebagai bawahanku keterampilan dan skill hanya itu-itu saja dan mohon maaf tidak lebih dari Ilmu anaku yang sedang belajar pada Universitas di Manca Negara.
Untuk memperkuat manajerial Ku beberapa vendor aku panggil untuk mengupdate technical skill yang aku miliki, hal ini yang membuat Aku semakin Percaya Diri, dengan berbasis menajerial teknik dalam 2 tahun kami mampu memimpin organisasi mencapai hasil yang optimal.
Dari hasil pengamatan Ku, aku diskusikan dengan anak-anakKu yang sudah beranjak dewasa, Ia mengatakan ternyata orang-orang yang mendapatkan rizki banyak adakalanya tidak mendapatkan hidayah, sehingga terkatang ia arogan atau sombong, itulah romatika kehidupan manusia sebagai anak Adam.
Power by: MID