Duet SBY-JK Masih Wacana - Partai Golkar dinilai belum punya figur yang bisa bersaing.

Sabtu, 09 Februari 2008
 

JAKARTA — Memasangkan kembali Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla (SBY-JK) dalam bursa pencalonan presiden (capres) dan wakil presiden 2009 yang diusung Partai Golkar akan tetap menguat. Duet SBY-JK untuk pemilihan presiden (pilpres) 2009 dinilai realistis.”Coba tanyakan ke semua tokoh Partai Golkar, pasti mendukung SBY-JK tahun depan,” kata Ketua DPP Partai Golkar, Muladi, saat silaturahim Ketua Umum DPP Partai Golkar, Jusuf Kalla, dengan fungsionaris DPD Partai Golkar Kepulauan Riau, di Batam, Kamis (7/2) malam.Menurut Muladi, JK tidak akan maju sendiri dalam Pilpres 2009, meski Partai Golkar memenangi pemilu legislatif. Sangat mungkin, katanya, mencuat usulan mengajukan kader partai sebagai capres.”Tapi, saya kira itu hanya emosional belaka, tak berdasarkan pertimbangan logis realistis,” ujar Gubernur Lemhannas ini. Meski berpendapat demikian, Muladi mengatakan, dukungan Partai Golkar terhadap pasangan SBY-JK tetap menunggu hasil survei popularitas capres tiga bulan sebelum Pemilu 2009.

Pendapat Muladi dinilai Ketua Departemen Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Hajriyanto Tohari, masih sebatas wacana. Pernyataan itu bukan keputusan resmi DPP Partai Golkar.

Rapat pleno Partai Golkar, katanya, tak pernah membahas persoalan itu. Pengambilan keputusan soal capres ditetapkan dalam forum Rapimnas. Kendati begitu, dia mengakui memang ada wacana mencalonkan lagi duet SBY-JK.

”Itu hanya salah satu wacana saja. Di internal juga berkembang wacana agar Partai Golkar mencalonkan presiden dari kalangan sendiri jika memenangkan pemilu legislatif 2009,” katanya di Jakarta, Jumat (8/2).

Sekjen Partai Golkar, Sumarsono, menegaskan, persoalan capres dibahas setelah hasil pemilu legislatif 2009 diketahui, sesuai keputusan Rapimnas sebelumnya. ”Pernyataan Pak Muladi itu kan ada kata ‘tidak mustahil’. Artinya, bisa saja mencalonkan SBY-JK, tapi jangan diartikan akan mencalonkan. Itu beda sekali artinya,” jelasnya.

Pengamat politik, Fachry Ali, menilai pernyataan Muladi sangat realistis. Dia beralasan, hingga kini Partai Golkar belum memiliki figur yang bisa bersaing di Pilpres 2009. ”Jangankan bersaing dengan SBY, bersaing dengan Megawati saja belum ada yang bisa melakukan,” ujarnya.

Pernyataan itu juga menunjukkan SBY dianggap sebagai calon terkuat di Pilpres 2009. ”Yang harus diperhitungkan justru, siapa yang pantas menjadi wapresnya SBY.”

JK, menurut Fachry, tetap cocok dipasangkan dengan SBY. Keduanya merupakan figur yang bisa saling melengkapi. , menganggapnya sebagai bentuk kepercayaan masyarakat kepada pasangan tersebut. ”Mungkin saja Muladi melihat duet SBY-JK, alhamdulillah, telah mampu menjalankan tugas dengan baik, membawa perubahan-perubahan,” katanya.

Adalah hak Partai Golkar dan Muladi untuk memberikan penilaian. Pada waktunya, kata Andi, SBY akan memutuskan pencalonannya, tiga bulan menjelang pilpres.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, Sutan Bathoegena, menilai, apa yang dikemukakan Muladi merupakan pendapat yang cerdas dan harus dihargai. ”Saya percaya, beliau (Muladi) telah memetakan tokoh yang kelak muncul sebagai pemimpin negeri ini pada 2009. Kalau masih mengusulkan paket yang sama, tentu beliau mengetahui keunggulan pasangan SBY-JK ketimbang pasangan lain.”

Namun, kata Sutan, partainya tidak mau masuk lebih dalam mengenai urusan pencalonan itu. Partai Demokrat baru membicarakan soal capres setelah melihat hasil Pemilu 2009. ”Bagi kami, itu masih prematur.”

( dwo/wed/djo/ant ) 

Sumber: http://republika.co.id/koran_detail.asp?id=322675&kat_id=3

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image