Archive for July, 2008

Menengok Kegagalan Industrialiasi di Indonesia

Wednesday, July 9th, 2008

Penulis adalah salah seorang warga negara Indonesia yang mendambakan berkembangnya industrialisasi di Indonesia.

Yang penulis lihat saat ini Indonesia dijadikan sebagai pasar Industri negara maju dan Pasar murah bahan dasar Industri dari mulai Minyak Mentah, Kayu, Batubara, Ikan tuna, Pasir Besi dan masih banyak sederet kekayaan Alam Indonesia.

Persiapan membangun industri tentunya tidak hanya membangun secara fisik Gedung atau Pabrik, namun perlu dilakukan melalui perencanaan yang matang ditinjau dari aspek 5M. SDM (Sumber Daya Manusia). SDM merupakan faktor penentu keberhasilan Perencanaan Industrialiasi di Indonesia, perlu dipersiapkan sejak dini.

Sejak mulai Repelita I yang dimulai 1 April 1969, sampai Kabinet Persatuan yang akan berakhir tahun 2009, nampaknya Pemerintah belum menganggap penting Industrialisasi di Indonesia yang bakal menyerap tenaga kerja, hal ini terbukti dari sistem penempatan “Menteri Perindustrian” ditempatkan dari Kader Partai - bukan orang-orang Profesional, seorang visioner yang akan membangun Industri di Indonesia.

Sejak Kabinet Pembangunan I, penulis melihatnya banyak Menteri-Menteri sebagai Pembantu Presiden menjadi broker-broker “Negara Pihak Berkepentingan” yang dapat melegalisasi Konsep Industri Semu di Indonesia.

Bila Indonesia mau bangkit seharusnya broker-broker yang tidak mempunyai Rasa Nasionalis inilah segera disingkirkan karir sebagai Politisi (G) yang mempunyai hubungan kedekatan dengan Negara Asing.

KPK (Komisi Pemerantasan Korupsi) bekerja sama dengan Menpan (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara), Mendiknas dan Menteri Tenaga Kerja seharusnya menempatkan Agent Pembaharuan Industrialisasi di Indonesia dan harus berani memberantas Broker-Broker yang berfungsi sebagai double agent menjadi penentu policy & Agen Asing yang membuat matinya proses Industrialisasi di Indonesia.

Penulis:

pengamat prilaku sosial & Tenaga kerja

Kunci Sukses Perusahaan, Siapkan Pemimpin Masa Depan

Wednesday, July 9th, 2008

Kunci Sukses Perusahaan, Siapkan Pemimpin Masa Depan

 

 

FIKRIA HIDAYAT

CFO PT HM Sampoerna Tbk, Kevin Click (kiri) dan CEO KOMPAS Gramedia, Agung Adiprasetyo (tengah), berbicara di depan peserta Leadership Learning Forum yang mendiskusikan tema membangun pemimpin masa depan untuk perkembangan orientasi perusahaan di Gedung Bentara Budaya, Jakarta, Selasa (8/7) malam. Acara ini digagas PT HM Sampoerna Tbk dengan tuan rumah KOMPAS Gramedia.

 

Selasa, 8 Juli 2008 | 22:36 WIB

JAKARTA, SELASA - Setiap perusahaan pasti memiliki sistem sendiri dalam melakukan regenerasi kepemimpinan internalnya. Mempersiapkan pemimpin masa depan, dapat dikatakan menjadi kunci kelangsungan perusahaan. Hal itulah yang menjadi topik diskusi dalam Leadership Learning Forum “Building Future Leaders for Growth Oriented Company”, di Bentara Budaya Jakarta, Selasa (8/7) malam.

CFO PT HM Sampoerna, Kevin Click mengungkapkan berbagai transformasi yang dilakukan perusahaannya, baik transformasi organisasi maupun sistemnya. Ia menjelaskan 4 hal dalam mempersiapkan pemimpin masa depan, yaitu succession plan, career pathy, talent review dan organizational review. “Dengan menerapkan itu semua, diharapkan bisa menghasilkan pemimpin yang memiliki perspektif global,” ujar Kevin, di hadapan peserta yang merupakan pucuk pimpinan perusahaan terkemuka di tanah air.

Sistem yang diterapkan di PT HM Sampoerna, membuat career plan, succession dan development profile masing-masing karyawannya secara terperinci. Untuk lebih mendekatkan antarkaryawan di satu departemen, dibuatlah sebuah skema dimana manager/pimpinan bisa mengenali nama dan wajah talent-talent yang ada di divisi yang dipimpinnya. Foto-foto para karyawan terpampang, untuk memungkinkan pimpinan tak hanya mengenali nama, tapi juga wajahnya. “Dengan demikian, akan mudah untuk melakukan pemantauan tentang progress dari masing-masing individu,” kata Kevin.

Pada bagian career plan, ada sebuah proyeksi karir yang dipersiapkan bagi setiap karyawan. Succession, mengenai alternatif pemimpin jika pemimpin yang tengah menjabat mendapatkan hambatan. Pada bagian ini, disiapkan beberapa nama yang akan menggantikan dalam kondisi darurat, karyawan yang diproyeksikan mengisi jabatan tersebut pada jangka waktu menengah dan jangka panjang. Bagian terakhir adalah development profile, berupa riwayat hidup dan karir karyawan yang bersangkutan. “Performa pribadi akan mempengaruhi kerja tim,” kata Kevin.

Sementara itu, CEO Kompas Gramedia, Agung Adiprasetyo yang juga menjadi narasumber diskusi, memaparkan bahwa tak bisa dipungkiri, mempersiapkan talent menjadi bagian terpenting bagi kelangsungan perusahaan. Di Kompas Gramedia, jelas Agung, mengadakan peningkatan dan penyempurnaan sistem dalam melakukan penilaian terhadap karyawan. Standar suksesi tak lagi menggunakan penilaian personal, namun mempertimbangkan faktor performa kerja yang lebih obyektif.

“Jadi, kita punya sistem, talent-talent itu dites, disekolahin kemudian ditraining dan diterjunkan ke lapangan. Mereka dikasih assessment, semacam proyek, dan kita monitor terus. Dengan cara itu, kita bisa melepaskan diri dari standar personal yang selama ini sering terjadi. Kita juga tidak akan bingung mencari talent yang pas untuk mengisi satu posisi, ketika posisi itu kosong,” ujar Agung.

Ia memaparkan, ada sebuah kultur yang telah tertanam di Kompas Gramedia, sejak awal berdiri. Kultur pertama adalah peduli pada kemanusiaan. Kultur ini dapat dikatakan menjadi anchor bagi Kompas Gramedia. Kultur kedua adalah integritas, dalam hal ini kejujuran. “Pada sisi lain, ada challenge baru yang kita hadapi. Itu sebabnya, ada satu sumbu yang juga harus ditambahkan yaitu performance. Hal ini penting, untuk meningkatkan daya saing. Untuk menunjukkan bagaimana kita bisa tumbuh dan hidup bersama demi kemajuan perusahaan. Buatlah perusahaan ini menjadi besar dan kita akan sama-sama sejahtera,” katanya.

Menambahkan satu sumbu ini, kata Agung, bukan hal yang mudah. Namun, penyesuaian ini menjadi bagian dari proses yang harus dijalani untuk membentuk karyawan berdaya saing tinggi, calon pemimpin masa depan.
ING

Sumber Kliping: http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/08/22363171/kunci.sukses.perusahaan.siapkan.pemimpin.masa.depan