Archive for December, 2008

Mengakhiri Tahun 2008 dan Mengawali tahun 2009

Wednesday, December 31st, 2008

Dalam hitungan jam kita akan mengakhiri tahun 2008 dan mengawali tahun Baru 2009 di Beijig,China, seperti biasa kita akan memulai dengan melihat & mengevaluasi apa-apa yang telah dikerjakan selama tahun 2008 dan memperbaiki hal-hal yang kurang efektif dan kurang produktif pada tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan evaluasi semetara capaian dalam tahun 2008 tidak ada hal-hal yang menonjol (datar), terlebih-lebih menjelang akhir tahun 2008 ditandai adanya susana keprihatinan yang disebabkan oleh krisis ekonomi global dan musibah jalur Gaza. Namun ada hal yang menarik khususnya dalam program keimanan pada akhir tahun ini Alhamdullah mengalami peningkatan, dengan adanya kesempatan untuk dapat menunaikan Ibadah Haji, sekaligus untuk memohon ampunan apa-apa yang telah menjadi kealpaan manusia dan menyatakan syukur di rumah Allah SWT atas nikmat sehat dan kebahagian yang diberikan selama ini amien.

Menyambut tahun baru 1 Muharam 1430H dan mengakhiri tahun baru 2008 kita sambut dengan penuh harapan optimisme dengan menengada untuk berdoa agar hari esok lebih baik dari hari ini baik dari segi keimanan maupun dari segi kesehatan, karir, kesejahteraan dan kebahagian,amien.

Melalui blog pribadi ini berharap kepada Pemerintah Indonesia untuk lebih meningkatkan Kwalitas Perencanaan Pembangunan Nasional dengan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang stabil, dinamis dan membuka lapangan kerja, mengingat dari evaluasi Pelaksanaan Anggaran Belanja Negara 2008 dirasakan masih dapat dikatakan adanya Pemborosan dari sisi Anggaran Negara untuk hal-hal yang kurang produktif dan masih dapat ditingkatkan untuk lebih mengefisiekan dan mengefektifkan Keuangan Negara.

Demikian sebagai pesan pribadi akhir tahun 2008, mari kita instropeksi pada diri kita sendiri, apakah kita telah melaksanakan tugas-tugas kita dengan sungguh-sunggu & penuh tanggung jawab, yang pada gilirannya InsyaAllah apabila pekerjaan kita baik, InsyaAllah akan bernilai sebagai ibadah, amien. Selamat tahun baru 2009.

Mengkaji Haji Mabrur

Sunday, December 28th, 2008

Ketika kami mau melakuka persiapan selamatan Hajian tgl 27 November 2008 yang lalu, semua orang yang bertemu mendoakan dan menyalami semoga menjadi Haji Mabrur, begitu pula setiap orang yang bertemu di Makkah maupun Madinah semua mengatakan selamat semoga menjadi Haji Mabrur, dan ketika kembali dari ibadah hajipun teman dan kerabat dekat mengatakan semoga menjadi haji mabrur.

Apa dan siapa Haji mabrur itu (?) seringkali kita berbeda pendapat dalam mengartikan haji mabrur, ada yang mengatakan bahwa orang-orang yang mendapatkan haji mabrur itu orang yang ketika melalukan ritual “Haji” mengerjakannya dengan tartib, tekun, mengerjakan sholat 5 waktu dengan tepat dan melaksanakan sholat2 sunat selama musim haji, ada pula yang bilang bahwa Haji Mabrur itu ketika kita ke araf pada saat hari Jum’at dimana dikampung2 sering disebut2 kembar khotbah (Indul Adha dan Jum’at) - Haji Akbar, yang konon fahalanya berlipat ganda melebih dari sholat wajib seumur hidup.

Bila ukuran keimanan diukur secara ekonomi atau hukum datang seperti diatas, maka bagi orang-orang yang telah mendapatkan Haji Mabrur tidak lagi melakukan peningkatan Ibadah kepada Allah SWT. Karena itu perlu diluruskan pengertian “Haji Mabrur” diberikan kepada orang-orang yang setelah melakukan Ibadah Haji Mendapatkan Hidayah, selama hidupnya selalu meningkatkan keimanan kepada “Maha suci Allah. Segala puji bagi allah tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah”.

Perubahan-perubahan” untuk selalu meningkatkan keimanan & ketakwaan kepada Allah SWT (Hablum MinalAllah) dan memperbaiki hubungan antara manusia (Hablum Minanas) inilah yang sebenarnya orang-orang yang mendapatkan predikat atau sebutan Haji Mabrur.

Dengan demikian maka sepulang Haji Ia selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan menjaga hablum minannas, sebagai suri tauladan.

Janji Allah SWT - Benar dan Pasti

Sunday, December 28th, 2008

Janji Allah SWT pasti dan benar bahwa: “  Allah SWT akan memberikan dan menambah nikmat lebih bagi orang-orang yang bersyukur kepadaNYA”.

Peristiwa delapan tahun yang lalu tetapnya tahun 2000 kisah nyata yang benar dan pasti, kami bersyukur telah menunaikan Ibadah Haji wajib yang Pertama kali.

Bila kita kaji apa nikmat Allah SWT yang diberikan setelah itu, Subhanaalllah tidak terhitung nilainya, yang pasti terlihat dengan mata saja sudah dapat dirasakan dan buktikan seperti anak-anakku selesai sekolah di Victoria University, Wellington (Selandia Baru).

Siapa yang menyangka seorang PETUGAS KOMUNIKASI, dengan  jabatan PDLN yang paling rendah di Perwakilan  RI dapat menyekolahkan anak-anaknya di Victoria University, kalau bukan ridho Allah SWT dan merukan reward dari rasa syukur kita  kepada Allah SWT, Amien.

Kami saat ini mensukurinya dan  sebagai orang tua kami menginginkan agar anak-anakKu menjadi Anak yang sholeh dan Sholeha,  doa kami mudah-mudahan kami bisa mengantarkan anak-anakku dan keturunanku menjadi Islam yang baik bukan sekedaran keturunan.

Doa kami pula mudah-mudahakan kami dapat mengantarkan akan-anaku ke Tanah Suci untuk Berumrohdi bulan ramadhan  atau Berhaji, sebelum aku pensiun, amien.

H. Mohamad Ikhsan Dwijaatmaja

Menutup tahun 2008 dan akhir tugas di Beijing dengan Ibadah Haji

Sunday, December 28th, 2008

Rupanya Allah SWT telah mengambulkan doa saya dan istri untuk mengakhiri tugas kami di China (Beijing) dengan menutup lembaran-lembaran tugas Ku dengan Ibadah Haji dari tgl 28 Nop s/d 20 Desember 2008.

Ini merupakan niat syukurku, ketika akan menjalankan tugas di Beijing dan menginjakkan kota Beijing 4 tahun 3 bulan yang lalu, sambil terus berdoa & berzikir, dengan harapan mudah-mudah kami bisa menunaikan Haji.

Percayalah bawha apabila Allah SWT berkehendak (mengabulakan doa kita), manusia lain tidak bisa menghalanginya namun ingat kita tidak bisa kakabur dan harus tawadhu.

Tanda2 bisa menunaikan ibadah haji ini terlihat ketika dalam bulan puasa 1 Ramadhan 1429H kami masih berada di Beijing, yang seharunya menurut perhitungan sudah harus kembali ke Tanah Air. Tanda-tanda ini semakin memastikan ketika Mr. Ali, petugas Konsuler dari Kedutaan Kerajaan Saudi Arabia memastikan bahwa visa haji saya dan istri akan dikeluarkan dalam waktu 1/2 jam setelah kami mengajukan permohonan visa haji.

Inilah suatu bukti bahwa “Bila Allah SWT menghendaki doa-doa atau rencana manusia melalui doa-doanya” tidak bisa dilangi lagi”.

“Labbaik Allahumma labbaik, Labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wanni’ mata laka wal mulka, La syarikkalah Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, ni’mat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sektu bagi-Mu.

Wahai anak-anak Ku, aku telah mendoakan anak-anak Ku yang terbaik untuk Mu di tanah suci, dengan harapan agar anak-2-Ku menjadi anak yang sholeh dan sholeha, amien.

Beijing, 28 Nopember 2008.