Archive for February, 2009

Kunjungan Study Banding Pendidikan Sekolah Tingkat Dasar

Sunday, February 8th, 2009

foto kiki

Dalam melakukan study banding mengenai pengelolaan Sekolah di Wilahayah Kota Beijing - China, penulis pernah ketemu beberapa kali rombongan Kepala Sekolah dari DKI, yang dipimpin oleh Kepala Suku Dinas Depdikbud DKI dan rombongan lain dari Depdikbud.

Dalam kunjungan study banding tersebut  seringkali tidak diacarakan  ke Sekolah Dasar  Pecontohan,  seperti: Xian Xuan Xilly Primary School, yang merupakan salah satu sekolah yang menerima siswa orang asing di Kota Beijing dan sekolah yang menerima bantuan Unesco.

Pada hal Xian Xuan Xilly Primary School, merupakan Sekolah percontohan tingkat sekolah dasar yang menerima siswa asing dari kedutaan-kedutaan asing. Sekolah tersebut menerapkan kedisiplinan yang ketat baik terhadap guru maupun siswa dan mengelola makan siang  untuk para siswa.

Study banding diikuti oleh rombongan yang terdiri dari 3 orang Panitya dan 30 orang Guru dan Kepala Sekolah Se-DKI, nampaknya tidak dipersiapkan agendanya sejak awal sehingga terkesan sekedar rekreasi.

MASUKAN TIM PERUMUS RAPBN

Saturday, February 7th, 2009
Dengan mengucap Bismilahirohman nirokhim; saya mengawali menulis mailing list ini dengan nama Allah yang maha pengasih dan penyayang.

Saya kira semua sepakat kalau Indonesia Bangkit dari Keterpurukan Ekonomi, sehingga kesejahteraan rakyat menjadi salah satu tujuan kita bersama sebagai Warga Negara Indonesia.

Partai murupakan sarana dan alat demokrasi agar rakyat dapat menyalurkan aspirasinya untuk duduk dalam jajaran Pemerintahan “Eksekutif maupun Legislatif”.

Melalui maling list ini saya bukannya sock pinter, sock moralis/bersih tapi dari hati yang dalam, secara tulus ikhlas ingin menyampaikan harapan agar Rencana Anggaran Belanja Negara (RAPBN) kiranya dapat dikontrol dengan baik, sukur bisa double atau triple down effek yang dapat mempercepat pembangunan dan pertumbuhan Ekonomi Indonesia.

Rasanya sistim kontrol “yang elok dan efektif” perlu dilakukan sejak dini, ketika sistim pengganggaran dirumuskan di parlemen (DPR) dan atau sebelum disyahkan di DPR sampai proses pelaksanaannya. Harapan Rakyat tentu (!) sebagai Anggota “PARTAI” yang duduk di Parelemen maupun di Eksekutif tidak hanya bilang “YES SAJA” karena telah dibayar mahal, tapi cobalah mempunyai tanggung jawab moral terhadap “Rakyat yang diwakilinya” dan sebaliknya tidak mempersulit “Gagasan-gagasan Strategis” dan efisien.

Akhirnya saya terus terang mengatakan bahwa “Sistim Penganggaran” yang berlaku saat ini sangat rawan sekali dari unsur “KKN”, terlebih-lebih dengan eforia “Otonomi Daerah”, siapa yang akan mengingatkan kalau “Kita / Saya” sebagai Individu Bangsa, tidak mengingatkan atas kerawanan tersebut.

Se-super supernya manusia tidak akan mampu mengontrol sistim penganggaran singkatnya ada keterbatasan, karena itu perlu adanya “Sistim” yang baik, yang dievaluasi dari “Waktu ke Waktu” serta sistim manajemen keuangan yang baik.

Melalui mailing list ini saya mengajak pembaca mailing list, cobalah merenung sejenak, waktu yang tepat setelah Sholat Tahajud dan Sholat Subuh ketika fikiran masih Fresh & jernih, kita kaji benarkah dan perlukah kita perbaiki “Sitim Penganggaran” yang berlaku selama ini (?), hati saya miris sekali melihat dan merasakannya.

Akhirnya harapanku ini semoga mailing list ini dapat dibaca oleh Departemen Keuangan sebagai Otorisator “Keuangan Negara” , BPK, KPK dan semua Anggota Partai yang duduk di DPR, di Pemerintahan, tapi tolong jangan ditanggapi secara emosional karena Allah SWT tidak mengehendakinya, Amien.

Bila kita mampu mengontrol diri, InsyAllah Indonesia akan berubah, semoga bermanfaat. Terimakasih.

Wassalam Wr. Wb.

Studi Banding Tata Ruang Kawasan Ekonomi

Saturday, February 7th, 2009

Setelah Reformasi tahun 1998, seringkali kita mendengar studi banding baik dari kalangan anggota DPR maupun Pemerintah yang bertujuan untuk mengkaji dan mempelajari suatu keberhasilan, yang katanya bertujuan untuk melakukan terobosan-terbosan perubahan, namun apa hasil studi banding itu seringkali tidak atau belum terimplementasi.

Liputan Cyber News Gatra dalam tulisan akhir tahun berhasil mewawancari staf perwakilan RI di negeri Jiran yang mengindikasikan adanya peningkatan kunjungan keluar negeri ke Kualalumpur. Tentunya apabila bila kita kaji ke beberapa negara, tentu berapa puluhan ribu orang dalam satu tahun melakukan studi banding ke Luar Negeri.

Seperti diketahui bahwa Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memudahkan kita untuk mencari informasi yang diperlukan melalui cyber news, namun tidak menyurutkan animo Pejabat Pemerintah untuk melakukan study banding yang terkadang jumlahnya ada 2 - 80 orang, sulit dibedakan antara studi banding dan tour.

Melalu rekan ali topan wartawan tanpa nama, penulis ingin berbagi informasi pada pengunjung MID’s Blog, tentang studi banding tata ruang kawasan ekonomi di China (Beijing), Mekah dan Madinah (Saudi Arabia) dari hasil lawatan pada akhir tahun 2008 dan awal tahun 2009.

Hasil kunjungan singkat pribadi jurnalis ali topan mengindikasikan bahwa ketiga kota tersebut dapat kami sarikan sebagai berikut:

Pertama, penulis melihat bahwa tata ruang kawasan ekononomi di-desing sedemikian rupa sehingga mendatangkan devisa yang luar biasa bagi negara;

Kedua, tata ruang kawasan ekonomi telah mendorong roda perekonomian baik dari berbagai kalangan business dari mulai PKL (pedagang kaki lima) yang tertata apik, sampai pelaku-pelaku binis besar mall, dalam suatu kawasan ekonomi terpadu.

Ketiga, tersedianya transport publik yang murah dan akomodasi murah bagi PKL yang menjajakan souvenir dan jajanan serba ada, hal ini mengundang bukan saja kalangan pembinis, touris asing, juga turis domestik.

Analisis dari studi banding ini, terlihat tata ruang kawasan ekonomi di Beijing, Makkah dan Maddinah telah berkembang dengan baik, yang di-design sedemikian rupa oleh perencana (planner) yang memili pemikiran kewira usahaan (trepreneur ship), yang patut dibanggakan di ketiga kota ini memberikan peluang kepada si kaya dan si miskin untuk mengais sesuap nasi. Pantaslah kalau negara ini tidak banyak terpengaruh terhadap dampak krisis ekonomi global.

Mudah-mudah masukan ini dapat jadikan sebagai bahan pemikiran dan mengurangi kunjungan studi banding yang kurang efektif.

-MID-