Archive for May, 2009

Evaluasi duet SBY dan JK

Saturday, May 9th, 2009

Baru satu minggu kami menikmati suasana tanah air setelah kurang lebih 4 tahun 9 bulan berada di Beijing - China. Sejak Direktur Lemhanas Dr.Muladi yang juga sebagai fungsionaris Golkar menyatakan bahwa SBY - JK masih layak dipasangkan untuk Pilpres tahun 2009, terus terang saya langsung mengamini gagasan tersebut.

Pertimbangan tersebut didasari penilaian bahwa selama 3 tahun pasangan SBY - JK dalam menjalankan pemerintahan koalisi dapat dinilai sukses. SBY sosok negarawan yang mampu menahan diri demi kepentingan Bangsa, sebaliknya JK sosok entrepreneur yang cepat dalam mengambil peluang dan cepat dalam merespon suatu permasalahan.

Kita harus akui bahwa selama 4,5 tahun JK bukan sekedar ban serep yang duduk manis di kursi persidenan, tapi akif mencari peluang binis ke beberapa negara seperti: China dan Jepang yang kerap kali ia kunjungi.

Setelah pasangan SBY - JK memenangkan Pemilu Presiden tahun 2004, Golkar mengangkat JK sebagai Ketua Umum Golkar, dengan demikian JK memiliki bargaining power baik dalam pemerintahan maupun di Parlemen. Disini membuat JK dapat berperan aktif sebagai Wakil Presiden, dibandingkan wakil-wakil presiden pendahulunya yang berfungsi sebagai ban serep ketika Presiden melaksanakan kunjungan kerja ke luar Negeri.

Keduanya saling meningisi kekurangannya, walaupun terkesan adanya dua nahoda dalam pemerintahan, namun output maupun outcome dapat dinilai berhasil.

Sebenarnya menurut analisis penulis beberapa fungsionaris Golkar dan Pers telah memisahkan keduanya dari koalisi pribadi yang dibentuk SBY - JK maupun koalisisi Partai Demokrat - Golkar, yang akhirnya keduanya terpaksa harus berpisah karena merasa harga dirinya terusik. Namun apabila dilihat dari kepentingan nasional keduanya masih layak dipasangkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Akhirnya keduanya telah bersepakat untuk berkompetisi menjadi salah satu kadidat Presiden  yang akan berkompetisi pada Pilpres 2009  ( InsyaAllah 4 pasangan).

Penulis alumnus HI/MIA

Menanti Anggota Dewan Terhormat

Saturday, May 9th, 2009

Pemilihan calon anggota Dewan (DPR & DPRD dan DPD) telah dilaksanakan tgl 9 April 2009 berlangsung dengan aman, walaupun disana-sini telah menuai protes dari kalangan yang tidak puas dengan daftar pemilih tetap (DPT) yang tidak akurat. Bukan hanya pengamat politik, orang awam pun dapat merasakan bahwa kwalitas penyelenggaraan pileg 2009 tidak sebaik pemilu tahun 2004.

Sampai hari ini Bangsa Indonesia menantikan hasil caleg yang akan duduk sebagai Anggota Dewan. Seberapa banyak anggota Dewan yang memang berkwalitas dan diharakan Rakyat Indonesian untuk dapat membawa perubahan, tentu masih menjadi suatu harapan.

Analisis kami dari banyaknya muka-muka baru di Parlemen, terutama dari Partai Baru seperti Gerinda dan Hanura, nampaknya dapat dipastikan belum berpengalaman dalam berorganisasi, maklum caleg-calegnya direkrut secara instan dalam waktu yang singkat (kurang dari dua tahun), bahkan masih baby dalam berpolitik.

Seberapa jauh caleg-caleg tersebut mampu menerbitkan produk legislasi untuk membawa pemerintahan yang efektif (optimal), masih penuh harapan dan mari kita lihat besok tgl 9 Mei 2009.

Akhirnya kami mengharap semoga KPU dapat mengevaluasi pelaksanaan Pileg 2009 yang paling unit di Dunia.