Archive for the ‘Anaks Ku Sayang’ Category

Pentingnya pendidikan Demokrasi yang benar bagi Rakyat Indonesia

Sunday, June 6th, 2010

Kita pahami bersama bahwa Kemerdekaan Indonesia diperoleh dari proses perjalanan panjang setelah Indonesia dijajah oleh Pemerintah Hindiya Belanda selama 350 dan 3,5 tahun oleh Pemerintah Jepang. Selama pemerintahan Penjajahan Belandan melakukan pembodohan  masyarakat Indonesia dalam mengelola aset-aset Bangsa Indonesia berupa penduduk dan aset berupa sumber-sumber alama yang ada di wilayah Indonesiab  (Nusantara).

Selama 350 tahun masyarakat Indonesia dididik oleh Pemerintahan Feodal Belanda secara feodal dan otoriter, dimana dalam pemerintahan hindia belanda  Bangsa Indonesia dijadikan sebagai objek untuk mengeruk kekayaan alam dari hasil bumi  Indonesia dengan prinsip ekonomi yang semurah-murahnya dan gratis memanfaatkan tenaga buruh jajahannya.

Di wilayah Indonesia dibuatnya kerajaan-kerajaan kecil yang fungsi dan tugasnya membantu pemerintahan Hindia Belanja, disini cikal bakal yang dapat mempengaruh proses politik dan demokrasi di Indonesia. Pembentukan pemerintahan local berbentuk kerajaan telah menyumbangkan dalam proses  budaya politik  feodalis & otoriter  dalam sistim pemerintahan demokrasi saat ini. Proses politik pembodohan oleh Pemerintah Belanda telah berdampak pada proses demokrasi dan Pemerintahan saat ini.

Seperti diketahui bahwa kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, diamna susana politik dunia  pasca perang dunia ke-2 telah mengantarkan  Jepang menyerah kekuasaan di Asia Tenggara kepada Amerika Serikat setelah kota Hirosima dan Nagaki di Bom Atom,  kekuasaan Jepang di Asia Tengara termasuk Indonesia mengalami kekosongan; kekosongan kekuasaan inilah yang membuat Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

BPUPKI (Badan Persiapan Usaha Kemerdekaan Indonesia) telah mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia, nampaknya  tidak dipersiapkan sebelumnya oleh Pemerintah Hindia Belanda sehingga proses  penyerahan Kemerdekaan dari Pemerintah Hindia Belanda tidak dipersiapkan secara matang, hal ini membuat sistim Politik pada masa transisi kemerdekaan kurang berkembang dengan kondusif, hal tersebut berdampak pada masalah ketata negaraan.

Sejak Kemerdekaan 17 Agustus 1945 baru pada tahun 1955 Indonesia menyelenggarakan Pemilu Demokratis, namun karena situati pada saat itu  lebih terkonsentrasi oleh Pengakuan Kedaulatan dari Negara-Negara sahabat, maka proses demokratisasi di Indonesia mengalami hambatan-hambatan yang berarti yang berdampak pada Kabinet sering Jatuh Bangun, sampai perebutan kekuasaan oleh Orde Baru tahun 1965.

Pengalaman Pemerintaha Soekarno yang membuat ketidak stabilan politik, telah mengilhami Pemerintahan Soeharto melakukan langkah-langkah koreksi. Pada pemerintahan Soeharto partai politik disederhanakan dari banyak partai menjadi 3 partai masing-masing Golongan Karya (Golkar) yang pada mulanya masih malu-malu disebut partai, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Kita harus akui bahwa pada masa orde baru, Departemen Dalam Negeri (Kementerian Dalam Negeri) yang saat itu diberikan tugas juga membina kepartaian, telah berhasil melakukan stabilisasi politik dan keamanan, hal ini memungkinkan Indonesia melaksanakan pembangunan Ekonomi bersamaan dengan pembangunan Politik dan Keamanan. Namun  karena masa kekuasaan Presiden RI tidak dibatasi waktunya, terjadilah  ekses penyimpangan terhadap UUD 1945,   dimana masa Pemilihan Presiden tidak/belum dibatatasi  2 (dua) periode dan pemerintahan Soeharto 1966 - 1997 telah melampaui 5 periode. Akibat tekanan-tekanan proses demokratisasi pada masa pemerintahan otoriter masa Soehar,  telah menimbulkan ketidak puasan rakyat yang diakhiri dengan people power tahun 1998 dimana Soehato akhirnya  mengundurkan diri dan menyerahkannya kepada wakil Presiden B.J. Habibie.

Pada masa pemerintahan lanjutan oleh B.J. Habibie inilah Rakyat menentukan pilihan  proses demokrasi di Indonesia, Pemerintahan B.J. Habibie melaksakan Pemilu demokrasi tahun 1999, disinilah Indonesia mulai memilih proses demokrasi dalam  Pemilihan Presiden R.I.. melalui Sidang Umum  MPR hasil Pemilu tahun 1999, memilih Presiden secara demokratis dengan memilih pasangan Gusdur (Abdurahman Wahid) dan Megawati Soekartno Putri menjadi Presiden dan Wakil Presiden R.I. sebagai kompromi politik saat itu.  Masa pemerintahan Gusdur tidak lama hal ini disebabkan karena adanya skandal bulog, yang akhirnya dilengserkan dan diteruskan oleh wakil Presiden Megawati Soekarno Putri sampai periode Pemilihan Umum tahun 2004.

Proses demokrasi sejak lengsernya Presiden Soeharto tahun 1998 - periode pemilu 2004 nampaknya masih mencari bentuk demokrasi yang baik, disinilah diperlukan Pentingnya pendidikan Demokrasi yang benar bagi Rakyat Indonesiaagar proses demokrasi yang menjadi pilihan sesuai dengan tujuan dan amanat Undang-undang Dasar 1945 dan Pancasila.

Bersambung ke topik lanjutan.

MENYIKAPI PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA

Sunday, January 4th, 2009

Sengaja dalam awal tahun 2009 sebagai awal harapan dan perubahan agar hari ini lebih baik dari hari esok, penulis menurunkan tulisan ini untuk mengkaji seberapa jauh Pemerintah Indonesia hasil Pemilu 2004 dapat mengungkap dan menekan KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) yang merupakan kangker kronis yang telah melanda System Manajemen Birokrasi Indonesia.

Dalam menanggulangi penyakit KKN Pemerintah telah menerbitkan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan meningkatkan system pengawasan Internal melalui Inspektur Wilayah, Inspektur Jenderal di masing-masing Departemen, Badan Pengawasan Keuangan, D.P.R dan terakhir membentuk badan super body KPK (Komisi Pemerantasan Korupsi). Namun sampai menjelang akhir periode Pemilu berikutnya tahun 2009, nampaknya praktik-prakti korupsi yang sangat halus masih diperankan oleh beberapa aparat di Birokrasi baik sebagai Pelaksana Birokrasi maupun ditataran pengawas formal.

Apakah kita harus pesimestis menghadapi mental-mental korup yang masih meradang dalam pemikiran pelaksana di Birokrasi ?, tentu jawabannya tetap kita harus optimis sampai menemukan cara-cara memberikan sanksi yang tepat, memiliki efek jera, atau paling ringan mempensiun dinikan PNS + TNI yang masih melakukan praktik-praktik korupsi yang sangat halus dengan administatif yang baik dan terciptanya sistim Administrasi Negara dan Systim Administrasi Keuangan Negara yang baik.

Indikasi kebocoran keuangan negara dan tumpang tindih pengeluaran negara, masih terjadi disana - disini, hal memerlukan adanya evaluasi sistim keuangan negara dari waktu ke waktu, sebagai contoh Keputusan Presiden (Keppres) tentang Persyaratan pengeluaran Negara diatas Rp. 50 Juta harus menggunakan “tender” kiranya perlu ditinjau kembali, karena dalam praktek masih ditemukan permainan cantik untuk lolos yang ditetapkan Keppres tersebut.

Pada tahun 2008 yang lalu Menteri Keuangan memberikan arahan pada Raker (Rapat Kerja Departemen Perhubungan) mengenai anggaran berbasis kinerja, namun sampai sejauh mana Sistim Pengawasan Anggaran Berbasis Kinerja dioperasionalkan oleh Pengawas Struktural, nampaknya belum membuahkan System Manajemen Pengawasan yang baik, barangkali ini merupakan domain Badan Pengawasan Keuangan (BPK) untuk melakukan terobosan dengan mengukur apakah anggaran yang dikeluarkan telah sesuai dengan hasil yang dicapai, karena tanda bukti aspal (asli tapi palsu) masih beredan dimana-mana.

Tulisan ini kami munculkan dalam blog pribadi, berkat dorongan anak didik kami dari teturuanan biologis langsung yang mengatakan bahwa sebaiknya Bapak Harus Berbuat sesuatu yang baik untuk Bangsa dan Negara Indonesia, dengan menulisnya dalam blog pribadi untuk meluruskan hal-hal yang belum baik, karena Bapak telah diberikan nikmat dan keberuntungan oleh Negara, dapat menyelesaikan anak-anaknya sekolah di Luar Negeri.

Mudah-mudahan pembaca blog memahami adanya, karena kami telah mendidik anak-anakku melakukan kejujuran, amien.

Mengkaji Haji Mabrur

Sunday, December 28th, 2008

Ketika kami mau melakuka persiapan selamatan Hajian tgl 27 November 2008 yang lalu, semua orang yang bertemu mendoakan dan menyalami semoga menjadi Haji Mabrur, begitu pula setiap orang yang bertemu di Makkah maupun Madinah semua mengatakan selamat semoga menjadi Haji Mabrur, dan ketika kembali dari ibadah hajipun teman dan kerabat dekat mengatakan semoga menjadi haji mabrur.

Apa dan siapa Haji mabrur itu (?) seringkali kita berbeda pendapat dalam mengartikan haji mabrur, ada yang mengatakan bahwa orang-orang yang mendapatkan haji mabrur itu orang yang ketika melalukan ritual “Haji” mengerjakannya dengan tartib, tekun, mengerjakan sholat 5 waktu dengan tepat dan melaksanakan sholat2 sunat selama musim haji, ada pula yang bilang bahwa Haji Mabrur itu ketika kita ke araf pada saat hari Jum’at dimana dikampung2 sering disebut2 kembar khotbah (Indul Adha dan Jum’at) - Haji Akbar, yang konon fahalanya berlipat ganda melebih dari sholat wajib seumur hidup.

Bila ukuran keimanan diukur secara ekonomi atau hukum datang seperti diatas, maka bagi orang-orang yang telah mendapatkan Haji Mabrur tidak lagi melakukan peningkatan Ibadah kepada Allah SWT. Karena itu perlu diluruskan pengertian “Haji Mabrur” diberikan kepada orang-orang yang setelah melakukan Ibadah Haji Mendapatkan Hidayah, selama hidupnya selalu meningkatkan keimanan kepada “Maha suci Allah. Segala puji bagi allah tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah”.

Perubahan-perubahan” untuk selalu meningkatkan keimanan & ketakwaan kepada Allah SWT (Hablum MinalAllah) dan memperbaiki hubungan antara manusia (Hablum Minanas) inilah yang sebenarnya orang-orang yang mendapatkan predikat atau sebutan Haji Mabrur.

Dengan demikian maka sepulang Haji Ia selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dan menjaga hablum minannas, sebagai suri tauladan.

Janji Allah SWT - Benar dan Pasti

Sunday, December 28th, 2008

Janji Allah SWT pasti dan benar bahwa: “  Allah SWT akan memberikan dan menambah nikmat lebih bagi orang-orang yang bersyukur kepadaNYA”.

Peristiwa delapan tahun yang lalu tetapnya tahun 2000 kisah nyata yang benar dan pasti, kami bersyukur telah menunaikan Ibadah Haji wajib yang Pertama kali.

Bila kita kaji apa nikmat Allah SWT yang diberikan setelah itu, Subhanaalllah tidak terhitung nilainya, yang pasti terlihat dengan mata saja sudah dapat dirasakan dan buktikan seperti anak-anakku selesai sekolah di Victoria University, Wellington (Selandia Baru).

Siapa yang menyangka seorang PETUGAS KOMUNIKASI, dengan  jabatan PDLN yang paling rendah di Perwakilan  RI dapat menyekolahkan anak-anaknya di Victoria University, kalau bukan ridho Allah SWT dan merukan reward dari rasa syukur kita  kepada Allah SWT, Amien.

Kami saat ini mensukurinya dan  sebagai orang tua kami menginginkan agar anak-anakKu menjadi Anak yang sholeh dan Sholeha,  doa kami mudah-mudahan kami bisa mengantarkan anak-anakku dan keturunanku menjadi Islam yang baik bukan sekedaran keturunan.

Doa kami pula mudah-mudahakan kami dapat mengantarkan akan-anaku ke Tanah Suci untuk Berumrohdi bulan ramadhan  atau Berhaji, sebelum aku pensiun, amien.

H. Mohamad Ikhsan Dwijaatmaja

Menutup tahun 2008 dan akhir tugas di Beijing dengan Ibadah Haji

Sunday, December 28th, 2008

Rupanya Allah SWT telah mengambulkan doa saya dan istri untuk mengakhiri tugas kami di China (Beijing) dengan menutup lembaran-lembaran tugas Ku dengan Ibadah Haji dari tgl 28 Nop s/d 20 Desember 2008.

Ini merupakan niat syukurku, ketika akan menjalankan tugas di Beijing dan menginjakkan kota Beijing 4 tahun 3 bulan yang lalu, sambil terus berdoa & berzikir, dengan harapan mudah-mudah kami bisa menunaikan Haji.

Percayalah bawha apabila Allah SWT berkehendak (mengabulakan doa kita), manusia lain tidak bisa menghalanginya namun ingat kita tidak bisa kakabur dan harus tawadhu.

Tanda2 bisa menunaikan ibadah haji ini terlihat ketika dalam bulan puasa 1 Ramadhan 1429H kami masih berada di Beijing, yang seharunya menurut perhitungan sudah harus kembali ke Tanah Air. Tanda-tanda ini semakin memastikan ketika Mr. Ali, petugas Konsuler dari Kedutaan Kerajaan Saudi Arabia memastikan bahwa visa haji saya dan istri akan dikeluarkan dalam waktu 1/2 jam setelah kami mengajukan permohonan visa haji.

Inilah suatu bukti bahwa “Bila Allah SWT menghendaki doa-doa atau rencana manusia melalui doa-doanya” tidak bisa dilangi lagi”.

“Labbaik Allahumma labbaik, Labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wanni’ mata laka wal mulka, La syarikkalah Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, ni’mat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sektu bagi-Mu.

Wahai anak-anak Ku, aku telah mendoakan anak-anak Ku yang terbaik untuk Mu di tanah suci, dengan harapan agar anak-2-Ku menjadi anak yang sholeh dan sholeha, amien.

Beijing, 28 Nopember 2008.

SERING KALI ORANG TUA BEGITU SAYANG

Monday, January 14th, 2008

Naluri kasih sayang ada pada setiap mahluk hidup, untuk menyampaikan kasih sayangnya setiap maklum hidup memiliki berbagai cara yang berbeda dan berlain-lain sesuai dengan berjalan hidup yang ditempa: waktu, lingkungan dan keadaan.

Seringkali orang tua memberikan kasih sayang berlebihan, melebihi batas kasih sayang yang wajar sehingga membuat kita sebagai orang tua sulit menolak permintaan anak yang disayanginya dan sebaliknya ada pula seorang anak yang luput dari kasih sayang orang tuanya dan luput mendapatkan perhatian Pemerintah.

(more…)

Anaku bekali nurani yang baik

Thursday, October 25th, 2007

Sebagai umat bergama (muslim) ada dua perjalanan hidup yang hendak dicapai yaitu hidup di dunia dan diakhirat, karena itu dari hati yang terdalam ingin mengajak anak-anakku rawatlah hati nuranimu dengan baik sehingga kehidupan  anak-anakku mendapatkan Ridho dan berkah Allah SWT, Amien.

Koreksi dirimu dari waktu ke waktu dan mintalah petunjuk Allah SWT agar kau diberikan Nurani yang baik, ajaklah lingkunganmu untuk kembali ke jalan yang benar. Amien.

Power by: MID

Anakku bersyukurlah setiap kau mendapatkan Kenikmatan dari Allah SWT

Tuesday, October 9th, 2007

Pesan ini sering dikatakan oleh Ustazd-ustazd, namun kali ini Ayahmu sendiri yang mensyiarkan bahwa  hadist  mengajarkan kita agar umat muslim  bersyukur kepada Allah SWT,  karena janji Allah SWT sudah jelas:   Umat-Ku  yang mensukuri nikmat rewardnya sudah jelas akan ditambah kenikmatan.

Cobalah anak-anaku kaji kembali dalam kehidupanmu sehari-hari,  setiap kau mendapatkan nikmat, cobalah sejenak gerakkan mata hatimu, bibirmu dan angkat tanganmu secara tulus,  seraya berdoa dan bersyukur atas nikmat Allah SWT yang kau terima dari waktu ke waktu barang  satu - dua menit  setiap habis shalat.

Cobalah kaji  kembali apa yang kau rasakan dari hari ke hari atas prilakumu  dalam bersyukur kepada Allah SWT.

InsyaAllah resep ini akan menuntun  Anak-anakKu  menjadi Anak Shaleh dan Sholeha, amien - amien yaa robal alamien.

Ramadhan, 1428H.

 Power by: MID

Sudahkan Anak-anakku memperhatikan Pembangun?

Sunday, October 7th, 2007

Pertannya yang menjadi topik pesan kepada Anak-Anakku diatas dimaksudkan agar kita sebagai manusia berusaha memberikan nilai tambah bagi dirinya & umat,  karena nilai  tambah itu baru akan berarti apabila kita memiliki visi dan misi pembangunan yang berkelanjutan untuk  merubah  generasi esok lebih baik dari hari ini melalui ridho Allah SWT.

Biasanya karena kesibukan-kesibukan rutin, manusia kurang memperhatikan hal-hal yang sepele pemikiran-pemikiran “Pembangunan“.   Anakku yang baik hal yang  sepele ini seringkali menghilangkan peluang yang menyebabkan  Ia kehilangan momentum yang tepat karena  hidup tidak bisa diulang.

Anakku hidup ini akan berarti dan mempunyai nilai tambah apabila selama hidupmu bermanfaat bagi Umat, Bangsa & Negara serta keluargamu,  karena itu melalui pesan singkat bulan Ramadhan 1428H ini Ayahmu ingin mengingatkan kembali  sudahkan ananda menjawab pertanyaaan sebagai topik pesan Anak2 MID membangun.

Setelah Sholat subuh dan selesai berdoa cobalah kaji kembali sejauhmana anak-anakku telah mengontrol apa-apa yang telah kita lakukan, renungkan sejenak dan bersyukur atas nikmat yang berikan Allah SWT. Amien.

InsyAllah Anak-anakku akan hidup bahagia.-

Power by: MID

PEMIMPIN YANG BAIK MENJADI GURU YANG BAIK

Friday, October 5th, 2007

Definisi umum:  Pemimpin adalah seseorang yang memimpin 1 orang atau lebih anggota yang dipimpinnya sedangkan Guru adalah seorang yang mengajarkan sesuatu ilmu atau pelajaran yang diajarkannya baik dari pengalamannya ataupun dari buku-buku yang dibacanya selama hidup.

Pemimpin yang baik menjadi guru yang baik dalam memberikan suri tauladan orang-orang yang dipimpinnya\a, karena prilaku pemimpin akan di-gugu dan ditiru oleh anak buahnya.

Dalam literatur Islam sering dikisahkan bahwa setelah  Nabi Muhamad SAW wafat,  di Dunia Arab  muncul sosok Pemimpin “Umar bin Hotob” yang merupakan gambaran pimpinan teladan muslim.

Kriteria Pemimpin dalam Islam sebetulnya sama dengan Imam dimimana seorang Imam harus mempunyai kelebihan dari makmumnya tentang   penguasaan ilmu yang dibacanya dari sumber hukum Islam yaitu Al Qurán dan Hadits, baik dalam membacakan ayat-ayat yang dibacanya pada saat Sholat memiliki tazdwid yang baik maupun aplikasinya dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada malam bulan Romadhon 23 1428H ,  kami berbangga sekali Bapak Duta Besar RI untuk RRT Sudrajat MPH, tampil di mimbar dalam kultum (kuliah tujuh menit) mengajak staff menjadi Pemimpin yang baik dalam membina  hubungan dengan Allah SWT (hablum minallah)  dan menjalin hubungan antar manusia (Hablumminannas) yang baik, dihadapan jamah taraweh KBRI Beijing yang terdiri dari Home Staff, Local Staff & Keluarga serta masyarakat Indonesia di Beijing dan diakhiri dengan doa yang dipimpin beliau langsung.

Apabila dalam kepemimpinan Nasional di Indonesia dari Tingkat Pimpinan Eksesutif di lingkungan Departemen atau Lembaga Pemerintahan RI sudah mentradisikan Pemimpin naik mimbar untuk mengajak kebenaran, InsyalaAllah musibah yang akan dialami Indonesia akan dijauhkan Allah SWT.

Mudah-mudahan kegiatan Bapak Duta Besar RI Beijing, Sudrajat MPH, dapat diikuti oleh calon-calon pemimpin yang mendengarkan Ceramah siraman rokhani muslim dalam bulan romadhon, dimana  semua orang ingin mendapatkan barokah dari Malam Lailatul Qodar, Amien.

Akhirnya pesan kepada anak2 KU, wahai Anak2 Ku jadilah kau menjadi Anak Yang Sholeh dan Sholeha  yang berguna bagi Nusa dan Bangsa, umat manusian, agama  serta keluargamu, amien.

 Penulis: MID