Archive for the ‘Dunia Mimpi’ Category

Harapan Rakyat Banyak

Saturday, February 20th, 2010

Suka tidak suka sejak reformasi yang bergulir sejak tahun 1998 Rakyak Indonesia dalam usaha melakukan perubahan dengan pola reformasi guna memperbaiki sistem demokratisasi di Indonesia, yang semula Pemerintahan Otoriter berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945  yang  pasal-pasalnya dapat ditafsirkan berbeda oleh Suharto, sebagai penguasa Orde Baru sehingga beliau berhasil melanggengkan kekuasaan sampai kurang lebih 30 tahun lamanya.

Proses pergantian Pemerintahan Soekarno ke Pemerintahan Soeharto diawali dengan terjadinya Gerakan 30 September 1965, selanjutnya  disekenariokan melalui  “Super Semar” atau Surat Peritah tgl 11 Maret 1966, dimana seolah-olah Presiden Soekarno pada tanggal 11 Maret 1966  memberikan Perintah kepada Soeharto sebagai penguasa darurat, namun  keabsahan Surat Perintah 11 Maret 1966 sampai saat ini  masih menjadi polemik, karena naskah asli Super Semar sampai saat ini tidak dikemukan dalam Arsip Nasional.

Dalam menjalankan pemerin tahan sementara sejak tahun 1966 sampai dengan tahun 1969 Pemerintahan Sementara Soeharto pada tanggal 1 April 1969 telah melakukan pembenahan GBHN (Garis-Garis Besar Haluan Negara), berlandaskan landasan Idiil “Pancasila” dan landasan konstitusionil Undang-undang Dasar 1945  dengan menetapkan Program Pelita  (Pembangunan Lima Tahun)

Bila kita menengok ke belakang Pemerintahan Suharto, awalnya dimulai dengan niat baik untuk melakukan perubahan-perubahan mendasar dalam pengelolaan tata pemerintahan, dimana selama Pemerintahan Soekarno, Kabinet seringkali jatuh bangun (semusim jamur). Soeharto melakukan pembangunan Politik dan Ekonomi dilakukan secara bersamaan. dengan hasil yang cukup signifikan yang berdampak pada stabilitas keamanan yang baik dan memungkinkan bagi Rakyat Indonesia melakukan pembangunan Nasional.

Saya salah satu pemerhati proses implementasi demokrasi berlandaskan UUD 1945 yang diterapkan semasa Pemerintahan Soeharto sepertinya Soeharto seorang akhli strategi yang menerapkan dalam manajemen Pemerintahannya selama Periode 1966 - 1966. Mungkin saya keliru menilai bahwa Soeharto adalah ahli strategi dan sekaligus HRD (Human Reserch Development) yang menseleksi Sumber Daya Manusia baik di Bidang Legislative maupun di Badan Eksekutif dimana beliau menerapkan Systim Pemerintahan Presidensil dimana Soeharto secara tegas dan berkuasa penuh memilih memilih menteri-menteri sebagai bembantu Presiden.

Sedangkan pada Lembaga Legislative mereka berusaha membentuk Seber Golarkar, menggabungkan partai agama menjadi wadah  Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Nasionalis yang terlahir dari Partai Nasionalis Indonesia yang akhirnya berubah menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Kita harus akui bahwa Soeharto sebagai seorang akhli Strategi, dimana karena kepiawaiannya beliau mampuh menjadi formatur dilembaga Legislative (DPR) maupun dan Lembaga Seksektuf  dengan demikian, Soeharto dapat menguasai voting-voating di DPR.  Inilah pemerintahan Soeharto dapat melaksanakan kekuasaan dengan Otoriter dan dibawa kendalinya.

Srategi Soeharto untuk periode Pemerintahan Pertama dan Kedua ( 1 April 1969 - 1979 ), sangat dimaklumi dengan tujuan agar stabilatas politik dan keamanan terkendali oleh Pemerintah Soeharto, sehingga pembangunan Ekonomi dapat dilaksanakan dengan baik. Apabila Soeharto mengakhiri masa pemerintahannya kedua tahun 1980-an dan menyiapkan penggantinya secara baik, dapat dipastikan bahwa Soeharto sebagai bapak Pembangunan Indonesia, karena pembangunan ekonomi pada tahun 1980 berhasil baik, kegagalan Soeharto  diawali setelah putra dan putrinya mulai ikut memanfaatkan kekuasaan Soeharto dengan berbisnis dengan pola KKN ( lihat: Pembangunan jalan tol dan tata niaga cengkeh).

Mari kita tengok kebelakang proses demokrasi yang diawali pada Pemilu tahun 1955 sampai timbulnya gerakan G.30.S tahun 1965, sepengetahuan penulis yang saat itu baru lulus Sekolah Dasar proses demokratisasi dibawah Pemerintahan Soekarto tidak membawa pembangunan ekonomi sehingga terjadi krisis sosial yang diawali dengan Tritura ( tiga tuntutan rakyat ).

Setelah Soeharto menguasai manajemen Pemerintahan Orde Baru dan beberapa kali dipilih oleh DPR masa Orde Baru, disini terjadi penyimpangan kekuasaan yang tidak terbatas, dimana hampir saja terjadi Presiden seumur hidup dengan proses pemilihan semu.

Under contruction

Memimpikan Legislator yang baik di Indonesia

Saturday, January 3rd, 2009

Seperti diketahui bahwa Proses Pemilu Demokrsi di Indonesia diawali setelah terbentuknya Pemerintahan Hasil Reformasi 1998, dimana pada tahun 2004 dilangsungkan Pemilu Lesistatif dan Pemilihan Presiden Secara Langsung.

Pemilu-pemilu sebelumnya sejak Pemerintahan Orde Baru yang diawali melalui program “Pembangunan Lima Tahun” dimulai sejak 1 April 1969 merupakan tahap/proses pembelajaran demokrasi, dimana Calon2 Legislatisi pada saat itu ditunjuk sepertinya ditunjuk oleh Eksekutif sebagai formatur di Parlemen dan oleh kebarabat dari penentu Kebijakan Partai Pemerintah yang bakal memberikan jawaban yang sama ketika terjadi voting dalam penentuan kebijakan atau Undang-undang di DPR, sehingga terjadi single majority yang diatur rapih.

Keduanya masih dalam “proses belajar demokrasi”, pada proses pembelajaran awal dari tahun 1969 - 1998 semasa Pemerintahan Orde Baru di Indonesia sangat dimaklumi bahwa Pemerintahan harus kuat sehingga diperlukan Partai yang kuat di DPR karena itu Pemerintah Membentuk Sekber Golkar (Partai Pemerintah) dan menetapkan dua partai lain PDI (Partai Nasionalis) serta PPP - Partai gabungan berafiliasi Islam.

Seperti halnya di negara-negara demokrasi yang sudah maju biasanya paling banyak 3 - 4 partai, selebihnya partai-partai baru atau partai yang tidak mencapai batas tertentu harus bergabung (berkoalisi) dengan partai yang sealiran.

Apa sich yang dimaksudkan dengan Memimpikan Legislator yang baik di Indonesia (?) tentunya definisinya luas sekali dimana mimpi menjadi suatu kenyataan melahirkan Legislator harus memiliki persyaratan - persyaratan seperti: akademis, moral, dedikasi, amanah dll, dengan memiliki cita-cita moral yang luhur dan dapat mengantarkan kepada Cita-cita Bangsa Indonesia sesuai Undang-Undang Dasar 1945.

Kesempatan dalam Pemilu demokrasi kedua yang akan diselenggarakan tahun 2009, seyogyanya Partai-partai telah menyiapkan Kader-Kader Partai yang Mumpuni mampu membuat Kebijakan, Perencanaan Strategis dan Program Kerja bagi Pemerintah Baru melalui GBHN (Garis-Garis Besar Haluan Negara) yang akan menjalankan Pemerintahan selama 5 tahun ke Depan (2009 - 2014).

Kita bersama berdoa agar Allah SWT - Tuhan YME memberikan petunjuk agar kita diberikan petunjuk untuk memilih “Kader-kader Partai yang amanah dan mumpuni” yang dapat memperjuangkan kepentingan Rakyat, Bangsa dan Negara Indonesia. Bukan saja Kader-kader Partai pecari Formasi di Parlemen yang mempunyai kekuatan modal untuk kampanye dan dapat berbicara focal tapi betul-betul menghayati akan tugasnya sebagai Wakil Rakyat dan Anggota Dewan terhormat selama 5 tahun.

Dalam rangka mencegah penyimpangan pada Pemilu 2009, kita harus berani untuk tidak memilih kader-kader partai yang sudah jelas-jelas terindikasi sebagai broker anggran atau menyalahgunakan kewenangan dan jabatannya sebagai Anggota Dewan terhormat baik secara langsung maupun tidak langsung.

Departemen Dalam Negeri sebagai pembina Partai bekerja sama dengan KPU, sebaiknya melakukan Fit and Proper Test terhadap calon-calon legislasi agar memiliki kredibelitas dan kompitmen untuk dapat bekerjasama dengan Pemerintah menetapkan Legislasi yang bermanfaat bagi Bangsa dan Negara Indonesia.

Selamat tahun baru 2009 dan selamat memilih dalam Pemilu 2009.

MEMIMPIKAN PIMPINAN AMANAH

Monday, April 21st, 2008

Dalam rubrik Dunia Mimpi ini dimaksukan penulis mengajak pembaca tamu blog MID memimpikan sesuatu, dimana suatu saat mimpi tersebut menjadi suatu kenyataan karena banyak faktor yang tidak terukur dengan kemampuan akal manusia.

Kali ini KITA membahas “Memimpikan Pemimpin Yang Amanah” dimaksudkan bagaimana kita mencari Pemimpin Yang Amanah. Tanda-tanda pemimpin yang amanah sudah jelas Ia menjalankan Ibadah dengan baik, Ia menjadi panutan yang baik dalam lingkungan keluarga maupun Masyarakat, Cerdas & bersosialisasi, sehingga dalam hidupnya mengabdikan dan memperhatikan kepada umat dan lingkungannya (dari lingkungan terkecil - sampai kepada lingkungan yang besar).

Apa mimpi kita hari ini ? sangat dibanggakan apabila Partai-Partai yang akan ikut berkompetisi dalam Pemilu 2009 dapat memunculkan Pemimpin Yang Amanah, tidak semata Pemimpin Pemulung Kekuasaan.

Apabila dalam pemilihan Kepala Desa, Bupati, Gubernur, Anggota DPRD/DPR dan Presiden & Wakil Presiden RI, Partai-partai dapat menyiapkan kader-kader Partai memilih Calon Memimpin Amanah, InsyaAllah kekayaan Indonesia Rakya Ini dapat dimanfaatkan untuk mensejahterakan Rakya Indonesia.

Akhirnya penulis mengajak pembaca marilah kita merenung sejenak, benarkah dan mampukah kita menciptkan seorang Pemimimpin Yang Amanah (?), InsyaAllah bila dari diri Kita bercita-cita menjadi Pemimpin Yang Amanah, hidup ini akan lebih berarti, Amien.

Petaka Tiba Ketika Manusia lupa terhadap lingkungan

Sunday, February 17th, 2008

Ketika manusia melupakan lingkungan maka petaka itu akan datang secara perlahan karena sesuatu yang hidup ada interaksi dengan alam sekelilingnya.

Kadang kita sebagai manusia yang memiliki kemampuan olah pikir terlalu ego dengan lingkungan karena akunya, terlebih-lebih ketika manusia diberikan kelebihan-kelebihan baik kekuasaan, materi ataupun kemampuan olah pikirnya tanpa mengabaikan lingkungan disekitarnya.

Datangnya petaka, bencana alam, dan banjir seringkali disebabkan oleh ulah manusia akibat kealpaan untuk memperhatikan lingkungan seperti menanam hutan lindung didaerah hilir sebagai pengatur sekaligus menahan erosi tanah akibat derasnya air hujan dan pembuatan danau-danau buatan sebagai resapan air.

(more…)