MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA MENGATASI KRISIS EKONOMI GLOBAL DAN CLIMATE CHANGE
Thursday, January 8th, 2009Manusia merupakan faktor penentu dilingkungan Organisasi dan Manjemen Pemerintahan serta Organisasi pencita lingkungan dalam mengatasi krisis Global Ekonomi dan perubahan iklim (Climate Change).
Keberhasilan mengatasi krisis seringkali disebabkan oleh faktor Sumber Daya Manusia yang menentukan dalam Perencanaan mengatasi Krisis Global dan Perubahan Iklim) (Climate Change), bagaimana bersama-masa (sharing) mengatur kebutuhan bersama di Planet Bumi dengan rasa keadilan dan tidak saling menonjolkan rasa ego untuk menikmati kenyamanan di Planet Bumi dengan kekuatan dan kekuasaan yang dimiliki tanpa memperdulikan hak-hak orang lain.
Manusia sebagai makhluk sosial yang mengenal Budaya dan Agama, kiranya sudah mulai benah diri mengatasi Krisis Ekonomi Global, krisis pangan global, krisis lingkungan global, krisis penyakit global, krisis alam dan lain-lain multi krisis tidak yang dapat dilepaskan pada pemikiran masalah-masalah sosial - kemanusiaan dan keagamaan demi kelestarian hidup manusia, menghadapi krisis multi dimensi seperti bencana alam dan akhir zaman yang menurut orang beragama dikatakan kiamat.
Sentuhan-sentuan bernuansa Sosial - Kemanusiaan dan Keagamaan dalam sautu Perencanaan Global tidak dapat diabaikan begitu saja ulangi tidak dapat diabaikan begitu saja. Ketika seorang perencana (pembuat prosal) mengabaikan masalah-masalah sosial - kemanusiaan dan keagamaan dan hanya memaksakan rasa ego dan akunya mewakili sebagai Manusia Super (superman) atau sebagai Negara penentu (Negara Adidaya), niscaya akan timbul krisis atau menimbulkan masalah.
Contoh yang gampang dilihat bagaiamana terjadinya “Krisis di Timur Tengah antara Palestina dan Israel” yang saat ini sdh 13 hari, apabila masalah tersebut diselesaikan dengan hati nurani dan meninggalkan rasa ego dan kembali berfikir kepada masalah-masalah Sosial, Kemanusiaan dan Keagamaan yang baik, seharusnya krisis ini tidak terjadi.
Penulis bukan sebagai pemikir yang besar yang terkenal dan hanya mencermati perisistiwa ini dari BBC, CNN, CTV-9 dan mailing list, menurut penulis belum ada atau mungkin belum mengetahui apakah ada gagasan besar yang dapat membuat “Proposal Keadilan Perseteruan Bangsa Palestina dan Yahudi” agar mereka cinta damai - hidup berdampingan secara damai tanpa mengedepankan rasa ego sesama bangsa dan makluk Tuhan.
Suka tidak suka penulis katakan bahwa Bangsa-Bangsa Barat (Eropa dan Amerika) mempunyai kepentingan terhadap Timur Tengah, karena memiliiki strategi kepentingan disana dan bagaimana membuat Timur Tengah Seperti apa (?), ini merupakan contoh ego suatu Negara yang mengabaikan masalah-masalah Sosial - Kemanusiaan dan keagaman di beberapa Negara Berkembang.
Setelah Perang Dunia II, Inggris sebagai negara yang mendapatkan mandat PBB, menjadi Perwalian Wilayah Palestina, yang diduduki Israel saat ini, mempunyai andil besar lahirnya Negara Israel (baca Sejarah Belfort Resolution), tentunya mempunyai peran besar dalam menyelesaikan krisis di Timur Tengah.
Penyelesaian masalah Palestina selama ini terkesan kurang serius oleh Negara-negara pemegang “Palu Emas di PBB” dan terkesan dibiarkan begitu saja agar tertegantungan Mesir, Yordan, Irak, Syriah, Lebanon dan Saudi Arabia sebagai pemegang Kunci Dunia tetap dibawah kendalinya.
Dalam artil blog ini, menurut penulis perlu adanya suatu Proposal ataupun protokol mengatasi krisis global ekonomi maupun perubahan iklim, yang menyentuk rasa sosial - kemanusaan dan keagamaan yang benar dan hakiki. Bila tidak ada sentuan sosial - kemanusiaan dan keagamaan maka krisis akan berkepanjangan dan permanet.
Disini negara berkembangan memerlukan uluran Negara Maju untuk memberikan “Bantuan Teknik” dan pelatihan mengatasi krisis tidak sekedar bantuan Keuangan dan Kemanusiaan. Sangatlah mulia apabila perencanaan mengatasi krisis diberikan sentuhan sosial - kemanusiaan dan keagamaan untuk mencapai rasa keadilan sebagai sesama makhluk penghuni planet bumi ini.
Abad 2o ini kita sudah mulai menata hidup secara adil dalam menangani masalah-masalah krisis multi dimensi, dimana semua saling ketergantungan dan harus berbagi kesejahteraan dan saling tolong dalam mengatasi krisis global.
Sebagai kajian cobalah lakukan pada diri sendiri, ketiga kita membuat perencanaan pada rencana hidup kita dgn sentuhan sosial, kemanusiaan dan keagamaan, apa nikmat yang dapat kita rasakan setelah kita melakukannya. (Baca tulisan Janji Allah Benar dan Pasti).
Mari kita kaji Pelaksaan Pemerintahan di A.S. pada masa Pemerintahan Barak Obama dan W. Bush yang selama 2 periode menciptakan sekenario di Kuwait, Irak, Afghanistan, disusul dengan hadiah Tahun Baru 2009 berupa Krisis Global Ekonomi dan diakhiri dengan penggunaan hak veto yang tidak tepat, serta tidak menyentuh kemanusiaan, ini merupakan bukti Perencanaan yang tidak memperhatikan masalah Sosial - Kemanusiaan dan Keagamaan.
Ini suatu bukti yang ditunjukkan Allah SWT, sebagai catatan Pemimpin Dunia yang Gagal.
| Akhirnya selamat bertugas Barack Obama, kau pernah tinggal di Negeri Mayoritas Muslim Yang Damai, jadilah kau pemimpin Dunia yang diharap-harapkan orang banyak di Planet Bumi ini. | ||
| Draft Under corection | ||
