Sering kali sistim administrasi dan manajemen organisasi terabaikan hal ini dikarenakan sistim manajemen dan organisasi sangat dipengaruhi oleh Gaya Kepemimpinan seseorang  yang sering disebut leadership.

Pengaruh gaya kepemimpinan (leadership) seseorang sangat dipengaruhi oleh latar belakangan pendidikan, pengalaman dilingkungan ia dibesarkan (keluarga) dan suatu proses jenjang karir dalam pekerjaan.  Makin banyak tantangan yang dihadapi seseorang dalam mengatasi permasalahan dilingkungan sutau organisasi, secara perlahan ia akan mengalami proses pematangan dan pendewasaan kepemimpinan.

Pengalaman penulis bekerja dalam lingkungan organisasi yang bersifat pelayanan kedalam di suatu Departemen Pemerintah, seringkali kita kurang dibekali pengetahuan sistim administrasi dan manajemen yang baik dan dibiarkan tumbuh alami.  Hal ini disebabkan karena kesibukan-kesibukan  rutin .  Acap kali kita  terbenam  pada rutinitas pekerjaan departemen, tanpa adanya evaluasi terhadap pengembangan SDM dibidang Administrasi dan Manajemen.

Sebagai contoh yang sedang hangat dibicarakan masalah tragedi situs waduk “situ gintung” tgl 27 Maret 2009,  hal ini tidak akan terjadi kalau Pemda Tanggeran dan Pemda DKI memiliki data base yang baik mengenai sistim Administrasi baik dan kepekaan terhadap penanggulangan banjir kiriman dari Bogor melalui kali Ciliwung dan Cisadane.

Bertahun tahun Pemda DKI mengalami banjir kiriman berulang-ulang, bagaimana mengatasi bancir kiriman dari hulu sungai sebagai penyumbang banjir di willayah Daerah Khusus Ibu Kota, nampaknya belum  dievaluasi secara optimal dan baik.

Penulis agak kaget ketiga hari pertama terjadi bencana situ gintung, Menterli Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto  memberikan pernyataan Pers secara sepontan, bahwa beliau  akan mendatangkan akhli dari Jepang, pada hal di Departemen PU tentunya juga tersedia banyak putra-putra terbaik yang kiranya perlu  diberikan kepercayaan untuk mencari solusi penanggulangan waduk  ”situ gitung”.

Disini kita harus banyak belajar mengenai penyelenggaraan sistim administrasi pemerintahan, karena dengan sistim administrasi dan manajemen pemerintahan yang baik apa yang menjadi sasaran dan tujuan organisasi dapat dicapai dengan optimal.

Dengan demikian efisisiensi penyelenggaraan Pemerintahan dapat dicapai.

Magister Ilmu Administrasi (MIA)
Universitas Dr. Mustopo Beragama

Sebagai jurnalis blog penulis dari awal memiliki kekhawatiran terhadap pelaksanaan Pemilu 2009 yang penulis amati dari Cyber Media dan dari berbagai faktor-faktor Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) terhadap pelaksanaan Pemilu 2009.

Dengan jumlah partai peserta Pemilu sebanyak 44 partai, ini betul-betul merupakan pesta demokrasi besar, namun seberapa jauh hasil Pemilu 2009 dapat menghasilkan Caleg ( Calon Segislator ) masih merupakan harapan yang belum pasti. Pihak-pihak Pembina Partai Politik Cq Dirjen Sospol Departemen Dalam Negeri, bersama KPU sebagai Pelaksana Pemilu, Mahkamah Konstitusi dan Departemen Hukum dan HAM (sebagai legalisator pembentukan Partai baru) hendaknya dapat mengevaluasi kwalitas dan hasil Pemilu 2009.

Sepertinya peraturan perundangan yang ada saat ini, begitu mudah membentuk Partai Baru sebagai kendaraan politik untuk mengusung Calon Presiden, tanpa melihat apa dampaknya terhadap penyelenggaraan Pemilu yang diikuti banyak Partai.

Sebagian orang hanya berfikir bahwa Pemerintahan Demokratis itu adalah yang dipilih oleh Rakyat melalui Pemilu, tanpa memikirkan sampai sejauh mana Partai-Partai mengantarkan Caleg berkwalitas dan Pemilu berkwalitas.

Keberhasilan Demokrat mengusung SBY menjadi Presiden pada Pemilu 2004, telah menjadi model/trent baru bagi individu ataupun kelompok untuk membentuk Partai Baru sebagai kendaraan politik pada Pemilu 2009.

Pemerintah besama DPR hasil Pemilu 2009 hendaknya segera mengevaluasi hasil Pemilu 2009 dan segera merefisi Udang-Undang Pemilu yang berlaku saat ini. Khususnya mengenai persyaratan Pembentukan Partai Baru sebagai kendaraan Partai Politik harus segera dirubah.

Seperti kita ketahui bersama bahwa Calon Legislasi akan berkwalitas apabila Partai-Partainya melakukan pembinaan secara teratur, bukan saja menjelang Pemilu akan tetapi berkesimbungan. Karena itu Persyaratan pembentukan Partai sebaiknya sekurang-kurangnya telah memiliki pengurus Partai / DPD pada tingkat Propinsi dan Tingkat Kabupaten selama 5 tahun sebelum Pemilu.

Dengan demikian tidak ada partai kagetan yang dibentuk 1 tahun menjelang Pemilu, sekedar memenuhi Individu yang memiliki modal membentuk Partai dan dapat memobilisasi rakyat menjadi suatu gerakan sebagai kendaraan Politik.

Demikian sebagai sumbangan pemikiran dan ide-ide dari pengamatan selama berlangsungnya kampanye pada Pemilu 2009.

Bjg-21.3.2009/0410WIB

Posted in Polkam | No Comments »

Berdasarkan hasil evaluasi proses Pemilihan Umum dan menghadapi dinamika demokrasi di Indonesia sejak Orde Baru 1 April 1969, penulis melihat, ternyata seseorang yang dapat memobilisasi rakyat / publik belum tentu sukses dalam memimpin Pemerintahan.

Hal ini disebabkan karena dalam Pemerintahan adanya batasan aturan berupa Undang-undang Dasar Negara sebagai hukum dasar dan Undang-undang sebagapi pedoman dalam menjaolankan Pemerintahan.

Dalam menjalankan Presiden dituntut kemampuan Seni atau art , yang didapatkan dari pengalaman memimpin suatu Organisasi, setahap demi setahap sampai pada Organisasi yang besar ( Negara), terlebih negara-negara membagi kekuasaan menurut pemikiran barat seperti: Kekuasaan Eksektuf, Kekuasaan Legislatif dan kekuasaan Yudikatif.

Dengan demikian Seseorang Fungsionaris Partai atau Ketua Partai belum tentuk mampu menjadi Kepala Negara atau Pemerintahan, apabila mereka tidak memiliki keunggulan dalam “Manajemen Kepemimpinan”, karena memimpin Negara berbeda dengan memimpin Partai.

Tulisan ini dimaksudkan agar Pemimpin Partai yang saat ini sedang melakukan kampanye tidak over conviden dan terlalu percaya diri untuk menduduki jabatan Presiden R.I.

Penulis: MID

Posted in Polkam | No Comments »

Sebagai anak bangsa kita berharap Pemilu tgl 9 April 2009 berjalan aman, sukses dan berhasil guna untuk memilih putra-putri bangsa yang akan duduk dalam  Badan Legislatif, Ia adalah  putra-putri Bangsa yang memiliki integritas, kompetensi, dedikasi dan keperdulian yang tinggi terhadap Rakyat dan Bangsa Indonesia.

Masyarakat  madani di Indonesia saat ini, sudah semakin kritis melihat kinerja wajah wakil-wakilya di DPR karena itu para fungsionaris partai hendanya dapat menseleksi kader-kader dengan baik sebagai calon-calon legislasi yang akan duduk di DPR dan Rakyatpun jangan salah pilih seperti diibaratkan  memilih kucing dalam karung.

Kita tentu harus berfikir positif dan optimistis,  namun melihat dinamika politik  penulis masih meragukan apakah hasil pemilu 2009 akan menghasilkan putra-putri yang perduli terhadap kemajuan ekonomi bangsa,  karena yang masih dirasakan saat ini, terdapat banyak aset-aset yang digunakan oleh pejabat eksekutif dan legislatif  pada hal-hal yang kurang produktif.  Sebagai contoh nyata dalam tahun anggaran 2008 masih banyak anggaran negara yang kurang produktif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa.

Penulis yakin dan optimis, apabila aset-aset itu diprioritaskan pada hal yang  lebih produktif  dan kita melakukan penghematan & efisiensi dalam  pengelolaan keuangan negara, hasil penghematan  tersebut   InsyaAllah dapat menutup defisit keuangan dan sekalitus mensubsidi “stimulus ekonomi” yang diajukan pemerintah,  silahkan anda kaji dengan nurani terdalam.

Dengan anggaran berbasis kinerja seharusnya pengeluaran rupiah demi rupiah harus terukur apa hasilnya.

Posted in Polkam | No Comments »

Baru selang beberapa jam yang lalu penulis atas nama pribadi dan mewakili anggota Dewan dan Asoseasi Pemda Seindonesia melakukan study Banding Tata Ruang Kota Beijing, seusai  7  bulan menyambut Olympiade, 8 Agustus 2008 yang lalu.

Study banding Tata Ruang  Perkotaan dilakukan dengan biaya yang sangat murah.  Dengan mengendarai sepeda  hari ini tgl 1 Maret 2008  penulis melakukan study banding Tata Ruang Perkotaan Kota Beijing, untuk melihat secara langsung bagaimana Pemerintah kota Beijing melakukan benah diri dan pembangunan berkesinambungan.

Sebelum penulis menginjakkan kaki di  Kota Beijing tgl 7 Juli 2004,  ada dalam alam pikir penulis bahwa China sebagai negara Komunis, kurang ceria dan sangat otoriter, kesan tersebut disebabkan selama penulis bermukim di Kota Praha tahun 1988 - 2003,  Negara Eropa Timur yang menganut sistim Pemerintahan Komunis umumnya mengalami kelambatan dalam pembangunan perkotaan maupun perekonomian,  karena birokrasinya rapuh dan korup.

Kesan tersebut membuat penulis menjeneralisir pemikiran bahwa di China yang menganut pemerintahan yang sama, berpenduduk kurang lebih 1,3  milyar  tidak jauh berbeda dengan kondisi  perkotaan di Eropa Timur, hal ini  ditandai dengan bangunan-bangunan yang terkesan tua  dan kurang  terawat.  Tidak seperti halnya di Eropa Timur kota Beijing dan sekitarnya ternyata memiliki pengelolaan, penata-kotaan  yang baik dan apik.

Selama 4 tahun disaat-saat senggang penulis melihat secara langsung begitu dasyatnya  pembangunan kota Beijing menyambut pesta olah raga Olympiade, bahkan bukan hanya kota Beijing kota Jinan dan Dalian yang pertama dan kota kedua dikunjungi penulis terliat banyak tiang pancang pembangunan disana sini dibangun gedung-kedung megah untuk memperindah perkotaan dan meningkatkan hunian layak bagi penduduknya.

Kembali pada hasil study banding yang baru saja dilakukan dan pengembangan pemikiran penulis dari kajian  literatur tertulis tentang system-system pemerintahan paska perang dingin dan perestroika thn 1990an, ternyata sistem pemerintahan sangat dipengaruhi oleh Budaya politik manusia dimana ia berada.

Sistem Komunis yang dimotori oleh Mao Che Dung dan diteruskan oleh penerusnya Deng Xio Ping, ternyata lebih cocok dengan budaya Bangsa China dan Ia  telah meletakan dasar-dasar pemerintahan komunis yang berhasil untuk generasi China selanjutnya.

Keberhasilan tersebut salah satunya dapat dilihat dan  dirasakan saat ini, sebagai contoh  dari peninggalan perencana Tata Ruang kota Beijing dan regulasi yang diundangkan dengan baik, sehingga dalam membangun kota dikemudian hari bagi generasi penerusnya tidak mengalami kesulitan untuk membangun  perkotaan berkesinambungan dengan efisien dan berprikemanusiaan.

Boleh jadi gerasi tua yang saat ini masih hidup, dapat  merasakan perubahan pesatnya pembangunan kota Beijing dan sekitarnya, mereka  merasa bangga dan bersyukur Mau Che Dung dan Deng Xio Ping , telah menetapkan konsep dasar-dasar pemerintahan dan pengembangan ekonominya membawa China menjadi negara Super Power yang berhasil saat ini. (Bersambung).

Tidak lama lagi kita akan melaksanakan Pemilu demokrasi langsung yang kedua  kali tanggal 8 April 2009,  diawali pemilihan calon anggota Legislatif  Tingkat Pusat (DPR)  maupun ditingkat daerah Tingkat I (DPRD Tk-I)   dan tingkat Kabupaten (DPRD Tk.  II).

Nampaknya DPR, Pemerintah, Departemen terkait seperti Depdagi sebagai pembina Parpol, Dephukum dan HAM, pelaksana registrasi pendaftaran Partai maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) sesuai amanat Undang-Undang dan Perpu Pemilu memberikan kelonggaran terhadap pendaftaran bagi partai - partai  baru yang dibentuk oleh Individu maupun kelolompok sebagai Kendaraan Politik mengantarkan Capres dan Cawapres sebagai peserta pesta Demokrasi  Pemilu 2009.

Pesta demokrasi kali ini  diikuti 44 Partai Politik, merupakan hal yang luar biasa dan barangkali pertama kali di Dunia.   Sampai saat ini terus terang pemunlis belum mengetahui gambaran pelaksanaan hari “HH”, karena penulis hanya mengamati dari Cyber News (Internet).

Penulis  saja  yang pernah berkali-kali menjadi anggota PPS betul-betul belum ada gambaran seberapa sulit membaca dan mengamati dan mencermati “Surat Sauara dan tanda Gambar Partai”  dilengkapi para calon legislatif, namun kita harus optimis bahwa KPU dan jajarannya, Anggota KPPS akan memberikan sosialisasi secara kelompok sebelum melakukan pencoblosan atau pencontrengan nama caleg dan tanda gambar.

Pertengahan tahun 2008 sampai berakhirnya Pemilihan Presiden, telah menggerakan  roda perekonomian khususnya tukang-tukang  cetak  tanda gambar, tukang sablon Web Design,  Blog design dan pembuat baliho, memetik hasil  panen 5 tahunan, apalagi kalau ide-ide anggota KPU, KPPS, PPS mengeluarkan ide-ide mencari peluang barang cetakan mereka akan bersuka ria ikut meramaikan bisnis tersebut, kalau perlu mereka bikin 4 Bendera Perusahaan Percetakan supaya bisa lolos tender,  pada hal perusahaan yang ikut PT.  Empat  LL”  ( Lu lagi - Lu lagi ).

Disisi lain melalui fasilitas Youtobe, Facebook, Blog, Friendster dan Email para kelompok pemenangan memanfaatkan dunia maya untuk kampanye dari yang bertarif gratis sampai mungkin melampau batas-batas aturan dana kampanye.

Kita bersyukur pemuka-pemuka dari berbagai agama dan pers , sebulan menjelang Pemilu, telah ikut meredakan ketegangan persyaingan tidak sehat,  saling menjelekan satu sama lain oleh para tokoh Capres, Wacapres dan Fungsionaris dari  berkepentingan untuk memenangkan Pemilu Legislatif maupun Pemilu Preisiden dan Wakil Presiden, dengan menjatuhkan lawan-lawan politiknya.

Disisi lain partai peserta Pemilu telah sibuk menyiapkan caleg-caleg,  yang penting persyaratan-persyaratan caleg terpenuhi dan syarat keterwakilan kaum hawa sebagai penyejuk suasana  Parlemen hasil Pemilu 2009, lebih arif dan tidak arogan sehingga dapat membangun pencitraan anggota Dewan Terhormat yang perduli & diharapkan Rakyat yang membutuhkan perbaikan Perekonomian Indonesia dan terbukanya lapangan kerja bagi putra-putri Indonesia. 

Itulah potret eforia persiapan demokrasi yang sedang berjalan di Indonesia saat ini, mudah2 KPU dapat menjalankan amanah Rakyat Indonesia sebaik-baiknya dengan menghasilkan Putra-Putri terbaik Indonesia yang akan duduk di Lembaga Eksektif dan Legislatif pada tahun 2009.

Kita berharap KPU sebagai pelaksana langsung dapat memberikan evaluasi hasil Pemilu 2009 secara objektif baik buruknya Sistim Penyelenggaraan Pemilu Multi Partai, sehingga dimasa datang kwalitas  Pemilu semakin baik dan kesadaran demokrasi Rakyat semakin mantap.

Akhirnya penulis Blog mengucapkan selamat berkompetisi secara objektif, satun, sportif , aman dan damai bagi Indonesia - Tanah Airku.

Posted in Polkam | No Comments »

foto kiki

Dalam melakukan study banding mengenai pengelolaan Sekolah di Wilahayah Kota Beijing - China, penulis pernah ketemu beberapa kali rombongan Kepala Sekolah dari DKI, yang dipimpin oleh Kepala Suku Dinas Depdikbud DKI dan rombongan lain dari Depdikbud.

Dalam kunjungan study banding tersebut  seringkali tidak diacarakan  ke Sekolah Dasar  Pecontohan,  seperti: Xian Xuan Xilly Primary School, yang merupakan salah satu sekolah yang menerima siswa orang asing di Kota Beijing dan sekolah yang menerima bantuan Unesco.

Pada hal Xian Xuan Xilly Primary School, merupakan Sekolah percontohan tingkat sekolah dasar yang menerima siswa asing dari kedutaan-kedutaan asing. Sekolah tersebut menerapkan kedisiplinan yang ketat baik terhadap guru maupun siswa dan mengelola makan siang  untuk para siswa.

Study banding diikuti oleh rombongan yang terdiri dari 3 orang Panitya dan 30 orang Guru dan Kepala Sekolah Se-DKI, nampaknya tidak dipersiapkan agendanya sejak awal sehingga terkesan sekedar rekreasi.

MASUKAN TIM PERUMUS RAPBN

February 7th, 2009
Dengan mengucap Bismilahirohman nirokhim; saya mengawali menulis mailing list ini dengan nama Allah yang maha pengasih dan penyayang.

Saya kira semua sepakat kalau Indonesia Bangkit dari Keterpurukan Ekonomi, sehingga kesejahteraan rakyat menjadi salah satu tujuan kita bersama sebagai Warga Negara Indonesia.

Partai murupakan sarana dan alat demokrasi agar rakyat dapat menyalurkan aspirasinya untuk duduk dalam jajaran Pemerintahan “Eksekutif maupun Legislatif”.

Melalui maling list ini saya bukannya sock pinter, sock moralis/bersih tapi dari hati yang dalam, secara tulus ikhlas ingin menyampaikan harapan agar Rencana Anggaran Belanja Negara (RAPBN) kiranya dapat dikontrol dengan baik, sukur bisa double atau triple down effek yang dapat mempercepat pembangunan dan pertumbuhan Ekonomi Indonesia.

Rasanya sistim kontrol “yang elok dan efektif” perlu dilakukan sejak dini, ketika sistim pengganggaran dirumuskan di parlemen (DPR) dan atau sebelum disyahkan di DPR sampai proses pelaksanaannya. Harapan Rakyat tentu (!) sebagai Anggota “PARTAI” yang duduk di Parelemen maupun di Eksekutif tidak hanya bilang “YES SAJA” karena telah dibayar mahal, tapi cobalah mempunyai tanggung jawab moral terhadap “Rakyat yang diwakilinya” dan sebaliknya tidak mempersulit “Gagasan-gagasan Strategis” dan efisien.

Akhirnya saya terus terang mengatakan bahwa “Sistim Penganggaran” yang berlaku saat ini sangat rawan sekali dari unsur “KKN”, terlebih-lebih dengan eforia “Otonomi Daerah”, siapa yang akan mengingatkan kalau “Kita / Saya” sebagai Individu Bangsa, tidak mengingatkan atas kerawanan tersebut.

Se-super supernya manusia tidak akan mampu mengontrol sistim penganggaran singkatnya ada keterbatasan, karena itu perlu adanya “Sistim” yang baik, yang dievaluasi dari “Waktu ke Waktu” serta sistim manajemen keuangan yang baik.

Melalui mailing list ini saya mengajak pembaca mailing list, cobalah merenung sejenak, waktu yang tepat setelah Sholat Tahajud dan Sholat Subuh ketika fikiran masih Fresh & jernih, kita kaji benarkah dan perlukah kita perbaiki “Sitim Penganggaran” yang berlaku selama ini (?), hati saya miris sekali melihat dan merasakannya.

Akhirnya harapanku ini semoga mailing list ini dapat dibaca oleh Departemen Keuangan sebagai Otorisator “Keuangan Negara” , BPK, KPK dan semua Anggota Partai yang duduk di DPR, di Pemerintahan, tapi tolong jangan ditanggapi secara emosional karena Allah SWT tidak mengehendakinya, Amien.

Bila kita mampu mengontrol diri, InsyAllah Indonesia akan berubah, semoga bermanfaat. Terimakasih.

Wassalam Wr. Wb.

Setelah Reformasi tahun 1998, seringkali kita mendengar studi banding baik dari kalangan anggota DPR maupun Pemerintah yang bertujuan untuk mengkaji dan mempelajari suatu keberhasilan, yang katanya bertujuan untuk melakukan terobosan-terbosan perubahan, namun apa hasil studi banding itu seringkali tidak atau belum terimplementasi.

Liputan Cyber News Gatra dalam tulisan akhir tahun berhasil mewawancari staf perwakilan RI di negeri Jiran yang mengindikasikan adanya peningkatan kunjungan keluar negeri ke Kualalumpur. Tentunya apabila bila kita kaji ke beberapa negara, tentu berapa puluhan ribu orang dalam satu tahun melakukan studi banding ke Luar Negeri.

Seperti diketahui bahwa Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memudahkan kita untuk mencari informasi yang diperlukan melalui cyber news, namun tidak menyurutkan animo Pejabat Pemerintah untuk melakukan study banding yang terkadang jumlahnya ada 2 - 80 orang, sulit dibedakan antara studi banding dan tour.

Melalu rekan ali topan wartawan tanpa nama, penulis ingin berbagi informasi pada pengunjung MID’s Blog, tentang studi banding tata ruang kawasan ekonomi di China (Beijing), Mekah dan Madinah (Saudi Arabia) dari hasil lawatan pada akhir tahun 2008 dan awal tahun 2009.

Hasil kunjungan singkat pribadi jurnalis ali topan mengindikasikan bahwa ketiga kota tersebut dapat kami sarikan sebagai berikut:

Pertama, penulis melihat bahwa tata ruang kawasan ekononomi di-desing sedemikian rupa sehingga mendatangkan devisa yang luar biasa bagi negara;

Kedua, tata ruang kawasan ekonomi telah mendorong roda perekonomian baik dari berbagai kalangan business dari mulai PKL (pedagang kaki lima) yang tertata apik, sampai pelaku-pelaku binis besar mall, dalam suatu kawasan ekonomi terpadu.

Ketiga, tersedianya transport publik yang murah dan akomodasi murah bagi PKL yang menjajakan souvenir dan jajanan serba ada, hal ini mengundang bukan saja kalangan pembinis, touris asing, juga turis domestik.

Analisis dari studi banding ini, terlihat tata ruang kawasan ekonomi di Beijing, Makkah dan Maddinah telah berkembang dengan baik, yang di-design sedemikian rupa oleh perencana (planner) yang memili pemikiran kewira usahaan (trepreneur ship), yang patut dibanggakan di ketiga kota ini memberikan peluang kepada si kaya dan si miskin untuk mengais sesuap nasi. Pantaslah kalau negara ini tidak banyak terpengaruh terhadap dampak krisis ekonomi global.

Mudah-mudah masukan ini dapat jadikan sebagai bahan pemikiran dan mengurangi kunjungan studi banding yang kurang efektif.

-MID-

Manusia merupakan faktor penentu dilingkungan Organisasi dan Manjemen Pemerintahan serta Organisasi pencita lingkungan dalam mengatasi krisis Global Ekonomi dan perubahan iklim (Climate Change).

Keberhasilan mengatasi krisis seringkali disebabkan oleh faktor Sumber Daya Manusia yang menentukan dalam Perencanaan mengatasi Krisis Global dan Perubahan Iklim) (Climate Change), bagaimana bersama-masa (sharing) mengatur kebutuhan bersama di Planet Bumi dengan rasa keadilan dan tidak saling menonjolkan rasa ego untuk menikmati kenyamanan di Planet Bumi dengan kekuatan dan kekuasaan yang dimiliki tanpa memperdulikan hak-hak orang lain.

Manusia sebagai makhluk sosial yang mengenal Budaya dan Agama, kiranya sudah mulai benah diri mengatasi Krisis Ekonomi Global, krisis pangan global, krisis lingkungan global, krisis penyakit global, krisis alam dan lain-lain multi krisis tidak yang dapat dilepaskan pada pemikiran masalah-masalah sosial - kemanusiaan dan keagamaan demi kelestarian hidup manusia, menghadapi krisis multi dimensi seperti bencana alam dan akhir zaman yang menurut orang beragama dikatakan kiamat.

Sentuhan-sentuan bernuansa Sosial - Kemanusiaan dan Keagamaan dalam sautu Perencanaan Global tidak dapat diabaikan begitu saja ulangi tidak dapat diabaikan begitu saja. Ketika seorang perencana (pembuat prosal) mengabaikan masalah-masalah sosial - kemanusiaan dan keagamaan dan hanya memaksakan rasa ego dan akunya mewakili sebagai Manusia Super (superman) atau sebagai Negara penentu (Negara Adidaya), niscaya akan timbul krisis atau menimbulkan masalah.

Contoh yang gampang dilihat bagaiamana terjadinya “Krisis di Timur Tengah antara Palestina dan Israel” yang saat ini sdh 13 hari, apabila masalah tersebut diselesaikan dengan hati nurani dan meninggalkan rasa ego dan kembali berfikir kepada masalah-masalah Sosial, Kemanusiaan dan Keagamaan yang baik, seharusnya krisis ini tidak terjadi.

Penulis bukan sebagai pemikir yang besar yang terkenal dan hanya mencermati perisistiwa ini dari BBC, CNN, CTV-9 dan mailing list, menurut penulis belum ada atau mungkin belum mengetahui apakah ada gagasan besar yang dapat membuat “Proposal Keadilan Perseteruan Bangsa Palestina dan Yahudi” agar mereka cinta damai - hidup berdampingan secara damai tanpa mengedepankan rasa ego sesama bangsa dan makluk Tuhan.

Suka tidak suka penulis katakan bahwa Bangsa-Bangsa Barat (Eropa dan Amerika) mempunyai kepentingan terhadap Timur Tengah, karena memiliiki strategi kepentingan disana dan bagaimana membuat Timur Tengah Seperti apa (?), ini merupakan contoh ego suatu Negara yang mengabaikan masalah-masalah Sosial - Kemanusiaan dan keagaman di beberapa Negara Berkembang.

Setelah Perang Dunia II, Inggris sebagai negara yang mendapatkan mandat PBB, menjadi Perwalian Wilayah Palestina, yang diduduki Israel saat ini, mempunyai andil besar lahirnya Negara Israel (baca Sejarah Belfort Resolution), tentunya mempunyai peran besar dalam menyelesaikan krisis di Timur Tengah.

Penyelesaian masalah Palestina selama ini terkesan kurang serius oleh Negara-negara pemegang “Palu Emas di PBB” dan terkesan dibiarkan begitu saja agar tertegantungan Mesir, Yordan, Irak, Syriah, Lebanon dan Saudi Arabia sebagai pemegang Kunci Dunia tetap dibawah kendalinya.

Dalam artil blog ini, menurut penulis perlu adanya suatu Proposal ataupun protokol mengatasi krisis global ekonomi maupun perubahan iklim, yang menyentuk rasa sosial - kemanusaan dan keagamaan yang benar dan hakiki. Bila tidak ada sentuan sosial - kemanusiaan dan keagamaan maka krisis akan berkepanjangan dan permanet.

Disini negara berkembangan memerlukan uluran Negara Maju untuk memberikan “Bantuan Teknik” dan pelatihan mengatasi krisis tidak sekedar bantuan Keuangan dan Kemanusiaan. Sangatlah mulia apabila perencanaan mengatasi krisis diberikan sentuhan sosial - kemanusiaan dan keagamaan untuk mencapai rasa keadilan sebagai sesama makhluk penghuni planet bumi ini.

Abad 2o ini kita sudah mulai menata hidup secara adil dalam menangani masalah-masalah krisis multi dimensi, dimana semua saling ketergantungan dan harus berbagi kesejahteraan dan saling tolong dalam mengatasi krisis global.

Sebagai kajian cobalah lakukan pada diri sendiri, ketiga kita membuat perencanaan pada rencana hidup kita dgn sentuhan sosial, kemanusiaan dan keagamaan, apa nikmat yang dapat kita rasakan setelah kita melakukannya. (Baca tulisan Janji Allah Benar dan Pasti).

Mari kita kaji Pelaksaan Pemerintahan di A.S. pada masa Pemerintahan Barak Obama dan W. Bush yang selama 2 periode menciptakan sekenario di Kuwait, Irak, Afghanistan, disusul dengan hadiah Tahun Baru 2009 berupa Krisis Global Ekonomi dan diakhiri dengan penggunaan hak veto yang tidak tepat, serta tidak menyentuh kemanusiaan, ini merupakan bukti Perencanaan yang tidak memperhatikan masalah Sosial - Kemanusiaan dan Keagamaan.

Ini suatu bukti yang ditunjukkan Allah SWT, sebagai catatan Pemimpin Dunia yang Gagal.

Akhirnya selamat bertugas Barack Obama, kau pernah tinggal di Negeri Mayoritas Muslim Yang Damai, jadilah kau pemimpin Dunia yang diharap-harapkan orang banyak di Planet Bumi ini.
  Draft Under corection